| Sabtu, 17 Februari 2007 | BANYUMAS |
Babi Hutan Rusak Tanaman PanganPURBALINGGA- Babi hutan kembali merusak tanaman pangan di hutan masuk Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja. Perusakan itu pada siang dan malam di lahan milik Perhutani yang dikelola bersama masyarakat. Padahal, sudah beberapa bulan ini babi itu tidak menampakkan diri. Menurut Kaur Pembangunan Desa Tlahab Kidul, Barwono, binatang liar itu diperkirakan pindahan dari hutan lindung di Desa Purbasari. ''Mereka sampai di sini melalui deretan Pegunungan Sidingklik dan Gunung Plana. Sebab, di sana sudah tidak ada makanan setelah dipanen,'' katanya kepada wartawan. Para petani yang tergabung dalam Pengelola Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) berusaha mencegah serangan itu. Mereka mencoba memberikan umpan makanan yang disukai binatang tersebut, tetapi sudah dicampuri racun. Namun upaya itu tidak berhasil. Diduga mereka sudah tahu sehingga makanan itu tidak disentuh. ''Upaya lainnya adalah gropyokan. Ini juga sia-sia, karena saat gropyokan kawanan itu ternyata menghilang. Sebab, semua usaha gagal. Terpaksa petani bergiliran menjenguk dan menjaga ladangnya, agar bisa menghalau saat hewan itu datang,'' katanya. Harimau Loreng Konon di hutan yang dikelola Perhutani dan PHBM masih terdapat harimau loreng. Keberadaan harimau itu penting untuk keseimbangan ekosistem, karena mereka memangsa babi hutan. Dengan adanya babi hutan itu, harimau tidak pernah masuk kampung. Tidak hanya di Tlahab Kidul, sebagian petani Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, juga mengeluhkan serangan babi hutan. Berbeda dari di Tlahab Kidul, di desa ini hewan liar itu turun ke ladang malam hari. Sekali datang biasanya berombongan 8-10 ekor. ''Lahan yang dirusak di Dukuh Senila dan Grugak di pinggir hutan. Celeng itu merusak dan memakan ketela serta cikal kelapa. Biasanya kalau sampai turun ke ladang, mereka kehabisan sumber makanan di dalam hutan,'' kata Sekretaris Desa Anwarudin.(F10-66) |