| Sabtu, 17 Februari 2007 | BANYUMAS |
Menjelang Pilkada 2007Masyarakat Mulai Gemar Mendiskusikan Para Calon BupatiCILACAP- Meski Pilkada Kabupaten Cilacap baru akan dilaksanakan 9 September 2007, tapi sejumlah kalangan telah ramai membicarakan calon pemimpin wilayah itu lima tahun ke depan. Bahkan ada yang berani memunculkan figur ideal calon bupati dan wakilnya, sesuai versi mereka. Hal itu merupakan angin segar bagi kehidupan berdemokrasi, karena masyarakat jadi merasa ikut berperan. ''Pemilihan bupati dan wakil bupati secara langsung ini merupakan kali pertama, sehingga memunculkan banyak harapan bagi kemajuan daerah. Namun saya berharap, kasak-kusuk pilkada harus tetap terbebas dari praktik money politics,'' kata Ketua Dewan Presidium Jaringan Mahasiswa Pro Pendidikan dan Investasi (Jamppi) Cilacap Moh Hanadzil, kemarin. Suasana menjelang pilkada, lanjut dia, telah membawa nuansa tersendiri. Sekarang masyarakat jadi gemar mendiskusikan, siapa gerangan tokoh yang akan muncul sebagai pemimpin. Terbius Bahkan masyarakat pinggiran pun ikut terbius membicarakan calon pemimpinnya, meski dilakukan dengan cara dan budaya mereka. ''Kami pun, mahasiswa STIE Muhammadiyah Cilacap yang tergabung dalam wadah Jamppi, telah melakukan diskusi bertema Pilkada dan Kesejahteraan Rakyat Berbasis Pendidikan,'' jelasnya. Hasil diskusi tersebut, bupati dan wakil bupati lima tahun ke depan diharapkan mampu menjadi bapak bangsa dalam konteks Cilacap. Yaitu, figur yang mampu mengayomi seluruh golongan tanpa membeda-bedakan sedikit pun. Serta memiliki visi yang jelas dan peduli terhadap dunia pendidikan. Dikatakan, Jammpi menyambut baik karena di antara nama yang disebut-sebut sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati terdapat tokoh dan praktisi pendidikan. Di antaranya H Sudarno SH ST MSi (ketua Yayasan Pendidikan Boedi Oetomo Cilacap), Prof Drs Rubiyanto Misman (mantan rektor Unsoed), Dra Hj Yusrianti Nurfarida MSi (direktur STIE Muhammadiyah Cilacap), dan dokter Tutuk P MKes (direktur STIKES Al-Irsyad Cilacap).(ag-36) |