| Sabtu, 17 Februari 2007 | BANYUMAS |
Petani Jagung Harapkan Harga TinggiBANYUMAS - Para petani di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas berharap harga jagung akan terus mengalami kenaikan. Menurut Sanwardi (60), petani asal Desa Karanggintung, saat ini harga jagung cenderung mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan harga beras di pasaran. ''Saat ini harga jagung sudah mencapai Rp 1.800 per kilo, padahal sebelumnya hanya Rp 1.600 per kilo,'' katanya kemarin. Ia berharap harga jagung akan terus naik hingga mencapai kisaran Rp 2.000 per kilonya, karena sekarang ini beras juga sudah melambung tinggi. Menurutnya, saat ini hasil panen jagung juga mengalami peningkatkan. Jika sebelumnya untuk lahan dengan luas sekitar seribu hektare bisa menghasilkan Rp 700 ribu, sekarang Rp 750 ribu. Jika dibandingkan dengan biaya untuk perawatan, hasil tersebut belum begitu menguntungkan karena harga pupuk sekarang juga mengalami kenaikan. ''Sekarang ini harga pupuk urea sekitar Rp 67 ribu, padahal dulu Rp 50 ribu per saknya. Sedangkan untuk pupuk Phonska harganya Rp 40 ribu per sak,''ungkapnya. Untuk jenis benih jagung dipilih jenis C7 dengan harga sekitar Rp 35 ribu per kilo. Selain harga pupuk yang semakin tinggi, saat ini para petani juga kekurangan air. Hal ini disebabkan air irigasi sulit masuk ke lahan persawahan. Untuk mengatasi hal tersebut, terpaksa para petani menerapkan sistem tanam bergiliran. Empat bulan ditanami jagung kemudian empat bulan berikutnya ditanami padi. Sementara petani lain, Tarjo (45) mengatakan, jagung-jagung milik para petani ini dibeli para pedagang besar yang nantinya dikirim ke pabrik-pabrik pakan ternak. ''Sebenarnya ada juga para pedagang yang membelinya untuk jagung bakar, namun harganya cenderung lebih murah, sehingga kami lebih memilih dibeli untuk pabrik pabrik pakan ternak,''katanya.(wan-36) |