logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Februari 2007 BANYUMAS
Line

''Aku Melu Sapa....''

RATUSAN pelayat di halaman Masjid Baiturrahman, Karangpucung matanya ikut berkaca-kaca. Mereka trenyuh dan ikut menitikkan air mata. Suasana duka mendalam itu makin terasa saat empat anak pasangan Junaedi-Nur Lestari menangis histeris. ''Ibu...bapak....aku aja ditinggal,'' jerit anak-anak pasangan suami istri di kerumunan pelayat yang hendak mengantar ke kuburan di belakang masjid.

Pasangan suami istri itu mempunyai lima anak yang semuanya perempuan. Yaitu Nana (14), Vivi (11), Dewi (10), Ajeng (5) dan Elsa (2). Anak bungsunya ikut menjadi korban tertimpa ambruknya tembok keliling Rumah Makan Pondok Duyung, Jl Perintis Kemerdekaan, Purwokerto.

Keempat putrinya yang ditinggalkan kini menjadi yatim piatu. Kepergian orang tuanya untuk selama-lamanya membuat mereka tak lagi memiliki sandaran hidup. Vivi dan Dewi masih duduk di bangku SD. Ajeng belum sekolah. Sedangkan Nana hanya tamat SMP dan kini ikut Pakde-nya di Tangerang.

''Aku melu sapa...,'' ucap Ajeng yang terus memanggil-manggil ibunya. Ia dan Vivi yang digendong kerabat dekatnya berusaha meraih keranda jenazah yang akan diberangkatkan ke makam. Jenazah Junaedi, Nur Lestari dan Elsa, kemarin dimakamkan berjejer dalam satu liang kubur.

Nana pun tak kuasa menahan tangis. Ia baru tiba dinihari kemarin. Saat musibah terjadi, dia masih di Tangerang ikut Iswadi (40), kakak kandung Junaedi. Sedangkan Vivi, Dewi dan Ajeng lolos dari maut, karena ketika rumahnya tertimpa tembok, ada di rumah neneknya.

Peristiwa pada Kamis (15/2) sore yang merenggut nyawa orang tuanya itu seakan memupus harapan masa depannya. Meski dalam kesehariannya hanya pas-pasan, tapi saat orang tuanya ada, masih ada gantungan untuk keluh kesah. Masih ada yang memperhatikan.

Pemilik RM Pondok Duyung Sumadi tak banyak berkomentar soal tuntutan pihak keluarga korban itu. ''Prinsipnya saya akan bertanggung jawab. Soal tuntutan itu akan dimusyawarahkan Senin mendatang,'' ujarnya. (Sigit Oediarto-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA