| Senin, 12 Februari 2007 | SALA |
Hari Ini Tes TertulisSeluruh Calon Kades Diperkirakan LolosBOYOLALI- Nampaknya para bakal calon kades bakal lolos dengan gampangnya dalam seleksi tertulis. Pasalnya, materi tes dibuat mudah disesuaikan dengan syarat minimal calon yaitu, SMP. ''Materi soal tes tertulis bagi calon kades dibuat lebih mudah karena disesuaikan dengan syarat minimal pendidikan calon, yakni SMP. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran sejumlah pihak terkait tes tertulis tersebut,'' ujar Kabag Pemdes, Drs Sugiarto. Dijelaskan, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada tim penguji di tingkat kecamatan yang membuat materi ujian. Soal ujian dibuat sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta. Dengan kemudahan yang diberikan, diharapkan bisa memperkecil peluang terjadinya konflik antarpendukung calon. Pasalnya, sempat muncul kekhawatiran ada calon yang akan diganjal melalui tes tertulis.''Kalau soalnya mudah, kemungkinan lulus lebih besar.'' Sesuai jadwal, tes akan berlangsung selama dua hari, Senin - Selasa (12- 13/2). Materi tes meliputi, pendidikan agama, berhitung, bahasa Indonesia, pengetahuan umum serta pengetahuan pemerintahan dan desa. Usai tes, seluruh pekerjaan akan diseleksi tim kecamatan. Selanjutnya, hasil akan dikirimkan tim penguji ke masing-masing panitia di desa masing- masing. Diharapkan, pada H-5 menjelang pelaksanaan pilkades, hasil ujian tertulis sudah diketahui. ''Diharapkan H-5 hasil sudah diketahui oleh panitia dan H-3 panitia bisa langsung melakukan pencetakan kartu suara.'' Seleksi Lanjutan Terkait dengan pengunduran diri dari Calon Kades Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Mujiyono, dia mengaku telah menerima surat resmi pengunduran diri tersebut. Surat diterima melalui camat setempat. Dengan demikian, di Desa Tegalgiri tidak ada calon yang mendaftar untuk seleksi lanjutan. Sesuai aturan, pelaksanaan pilkades akan ditunda dari jadwal semula 21 Februari mendatang. ''Panitia bisa membuka kembali pendaftaran calon kades.'' Wakil Ketua DPRD, Adha Nur Mujtahid mengharapkan panitia penguji calon kades bisa meluluskan seluruh peserta ujian tes tertulis. Hal itu untuk menghindari konflik antarpendukung calon kades. ''Jika ada salah satu calon yang gagal, dikhawatirkan akan menimbulkan kekacauan di desa. Kalau semua peserta lulus ujian tertulis, diharapkan pelaksanaan pilkades berlangsung demokratis karena calon yang terpilih benar- benar sesuai pilihan warga.'' (G10-67) |