| Senin, 12 Februari 2007 | PANTURA |
Puluhan Rumah Terancam Longsor
BUMIAYU Sebanyak 37 rumah warga Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes terancam longsor. Hal itu diketahui setelah rumah dan tanah di sekitar pedukuhan tersebut retak-retak dan ambles. Jumat (2/2) pekan lalu, pedukuhan tersebut dilanda bencana tanah longsor yang mengakibatkan rumah milik Samroi dan Sunoto roboh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun jalan penghubung antar pedukuhan tersebut terputus. Kecemasan warga makin bertambah mengingat hujan deras terus mengguyur. "Terus terang kami cemas akan bahaya longsor susulan, apalagi hujan terus menerus mengguyur wilayah kami " kata Kanap (55), Sabtu (10/2). Dia mengaku tidak keberatan apabila pemerintah merelokasi warga ke tempat yang lebih aman. "Daripada dihantui kecemasan " kata dia. Hal sama dikemukakan oleh Soleh (50), yang saat ini rumahnya hanya berjarak lima meter dari lokasi tanah longsor. Setiap malam dia mengaku tidak bisa tidur. Terlebih saat hujan deras melanda. "Kalau hujan turun dalam waktu lama kita pasti mengungsi ke lokasi yang lebih aman " katanya. Sementara Assisten Setda I Brebes Drs Supriyono mengatakan pemkab sudah mempersiapkan lahan seluas 8.000 meter persegi guna merelokasi warga. Namun demikian, katanya, kepastian relokasi tersebut masih harus menunggu hasil penelitian para ahli geologi dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi mengenai kontur tanah dan potensi bencana tanah longsor di pedukuhan itu. "Tim ini baru bekerja sabtu kemarin sehingga hasilnya belum dapat kita ketahui " kata Supriyono didampingi Kepala Kesbanglinmas Drs Kustoro. Pascabencana tanah longsor, pemkab sudah memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan korban. Pemkab juga membuat posko bencana dan memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk waspada terutama saat hujan deras turun. (tg-52) |