| Senin, 12 Februari 2007 | PANTURA |
Air Surut , Gatal-Gatal MenyerangBREBES - Air yang merendam ratusan rumah warga Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, Minggu (11/2) surut. Namun, warga kini mengeluh mulai terserang gatal-gatal. Surutnya genangan dimanfatkan warga untuk membersihkan rumah. Berbagai perabotan dikeluarkan untuk dibersihkan. Hal itu membuat suasana kampung menjadi ramai. Itah (34), salah seorang korban banjir menuturkan, selain mengakibatkan perabotan rumah kotor, banjir juga membuat warga terserang berbagai penyakit. Di antaranya, pilek, batuk dan gatal-gatal yang kebanyakan menyerang anak-anak. Namun, tidak sedikit orang dewasa yang terjangkit. Kondisi itu terjadi lantaran selama tiga hari selalu bersentuhan dengan air. Sementara air yang mengenangi permukiman warga sangat keruh dan kotor. "Paska banjir, puluhan anak di kampung saya terserang gatal-gatal. Sebab, mereka setiap hari harus bermain dengan air, sementara kondisinya sangat kotor," ujarnya. Keluhan senada dikatakan Rasmi (40). Dia mengungkapkan, meski banyak warga yang terserang penyakit gatal-gatal, tetapi hingga saat ini belum ada bantuan kesehatan dari pemkab. Padahal, bantuan tersebut sangat diharapkan warga. Disalurkan Akibat banjir, warga kini tidak memiliki uang untuk memeriksakan penyakit tersebut. Selama banjir mereka tidak bekerja karena lahan pertanian juga ikut terendam. "Saya dan dua anak saya kini terserang gatal-gatal pada kaki. Jika digaruk dengan tangan akan mengeluarkan cair," paparnya. Kepala Kantor Sosial Kabupaten Brebes, Drs Ramdhon mengatakan, sebagai upaya untuk mengantisipasi banjir susulan, kini telah disalurkan 1.000 karung pasir. Barang tersebut nantinya digunakan untuk membuat tanggul di sepanjang aliran sungai. Sebab, banjir yang terjadi lantaran air meluap. Sedangkan mengenai penyakit gatal-gatal, pemkab akan segera menindaklanjutinya. "Untuk bantuan beras sudah kita salurkan. Termasuk 1.000 karung pasir untuk membuat tanggul," ujarnya. (bs-52) |