logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Februari 2007 PANTURA
Line

114 Rumah Rawan Longsor

  • 40 Warga Mengungsi

SLAWI - Sebanyak 114 rumah di Desa embongwah, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal rawan longsor. Sebab, berada di tebing-tebing yang mudah longsor.

Tidak hanya itu, sejumlah rumah di antaranya kritis. Rumah yang kri-tiis itu milik Suyoto, Tasim, Abdurrohman, Kamali, Tonah, dan Wasna.

Akibatnya, 40 orang yang menempati rumah itu harus mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih aman. Mereka khawatir apabila turun hujan rumahnya terkena longsoran rumah yang berada di atasnya. "Kami tidak berani menempati rumah. Sebab tanah bagian depan longsor hingga bibir rumah. Begitu juga dengan rumah di atasnya," kata Toyanah, warga Tembongwah.

Dia berharap bisa direlokasi di tempat yang aman dari bencana alam, baik tanah longsor maupun banjir. "Apabila tetap menempati rumah ini saya khawatir terhadap keselamatan anak saya yang masih kecil," ujarnya.

Kepala Desa Tembongwah, Agus Salim mengatakan, di wilayahnya ada tiga titik yang rawan longsor, yakni 40 rumah di RT 03, RW 01, sebanyak 47 rumah di RT 07, RW 01, dan 27 rumah di RT 01, RW 03. "Untuk sementara waktu warga yang terancam tanah longsor mengungsi di rumah saudaranya," terangnya.

Dibantu

Kabag Kesra Fadjar mengatakan, pemerintah berupaya meringankan beban warga yang terkena musibah tersebut, di antaranya dengan memberikan bantuan mi instan, beras, celana dalam, dan selimut. "Hari ini (kemarin-red) kami memberikan 20 dos mi instan," terangnya.

Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM mengatakan, terkain dengan bencana longsor dan banjir pihaknya menekankan pentingnya pengamanan jalur distribusi sembilan bahan pokok (sembako), terutama di Bojong dan Bumijawa. Sebab, pendistribusiannya dimungkinkan terhambat karena kerusakan jalan.

"Kami mengharapkan ada kebijakan khusus dari Dolog untuk mengatasi kondisi ini, baik melalui operasi pasar maupun kebijakan lainnya," katanya.

Untuk menghindari lonjakan harga, Bupati meminta pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal, serta Bagian Ekbang melakukan pemantauan pendistribusian sembako itu. "Para camat kami minta melaporkan perkembangan situasi terakhir di daerahnya," ujarnya. (H3-29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA