MENTERI Sosial Bachtiar Chamsyah pernah sakit hati ketika
berpidato di Madrid, Spanyol, saat dia mewakili Pemerintah Indonesia dalam
suatu konvensi internasional yang diikuti ratusan negara. Persoalannya,
saat berpidato pesertanya keluar ruangan sehingga tinggal sepertiga. Tapi
giliran negara-negara Eropa dan Amerika tampil, gedung pertemuan penuh
kembali.
''Begitu sakit hatinya menjadi menteri negara yang sedang susah dan
miskin yang disepelekan,'' katanya ketika berkunjung di Pondok Pesantren
Kempek Cirebon, Sabtu lalu. Padahal, dia mengaku telah mempersiapkan pidatonya
selama tiga bulan lebih dan mendatangkan guru khusus bahasa Inggris, lantaran
bahasa Inggrisnya tidak cukup aktif. (A Adib-49)