logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Februari 2007 NASIONAL
Line

Nurwahid: Kita Rindu Pemimpin yang Dekat Rakyat

JAKARTA - Ketua MPR Hidayat Nurwahid menegaskan, untuk merajut masa depan yang lebih baik setiap pemimpin dituntut untuk memiliki wawasan dan keteladanan yang baik. Keteladan yang bisa ditularkan dan memicu lahirnya nilai-nilai keteladanan yang lebih baik lagi.

"Kita tidak butuh pemimpin yang seram dan jauh dari rakyatnya. Kita rindu pemimpin yang dekat dan membawa kesejukan kepada yang dipimpinnya," katanya saat berbicara dalam ceramah umum "Menyiapkan Pemimpin Masa Depan" dalam acara "Open House SDIT As-Sa'adah" Jakarta Sabtu lalu.

Dia menjelaskan, bangsa Indonesia sesungguhnya punya banyak potensi keunggulan. "Banyak bukti empiris menunjukkan, kita telah menjadi guru yang baik bagi bangsa-bangsa lain," tambah Hidayat.

Dia memberi contoh pada tahun 1970-an, Indonesia banyak mengirim guru-guru ke Malaysia. Dan negara tetangga itu juga banyak mengirim pelajar dan mahasiswanya ke Indonesia untuk belajar. "Sayang, kini keadaannya terbalik. Malaysia jauh meninggalkan Indonesia. Petronas, yang dulu belajar ke Pertamina, kini telah menjadi sumber pertumbuhan yang luar biasa hingga Malaysia tumbuh jadi negara maju yang disegani bangsa-bangsa."

Contoh lain, lanjut Ketua MPR, Vietnam dulu belajar pertanian ke Indonesia. Mereka sukses dan melesat meninggalkan gurunya. "Kini kita malah impor beras dari Vietnam. Artinya Indonesia berhasil jadi guru yang baik," tandasnya.

Meniru Batam

Menurut Hidayat Nurwahid, Cina yang kini menjadi raksasa pertumbuhan ekonomi juga adalah murid Indonesia. Mereka sukses meniru pembangunan ekonomi dan industri yang kita kembangkan di Batam. Sekarang, India yang belajar dari Cina juga siap menjadi raksasa industri baru.

"Jadi, Cina dan India adalah anak murid dan cucu murid dari Indonesia. Ini juga bukti bahwa Indonesia sukses menjadi guru yang baik yang melahirkan generasi murid-murid yang lebih pintar dan maju dari gurunya."

Lompatan kemajuan yang diraih Malaysia, Vietnam, Cina dan India, sesungguhnya tidak terjadi tiba-tiba. Kemajuan dan pertumbuhan yang mereka raih adalah hasil dari proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. "Mereka berhasil mengembangkan kebaikan-kebaikan yang ada di segala bidang. Mereka berhasil bangkit karena punya pemimpin yang baik," ujarnya.(bn-49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA