| Senin, 12 Februari 2007 | MURIA |
Petani Manfaatkan Sisa Air WadukBLORA - Sisa air Waduk Tempuran, Blora dimanfaatkan sebaik-baiknya petani untuk mengairi sawah. Sebab, petani telanjur menanam padi. Turunnya hujan beberapa hari terakhir ini semakin menambah harapan petani untuk musim tanam tahun ini. "Kami bersyukur hujan turun lagi. Sawah bisa terairi dengan memanfaatkan air hujan yang tersisa di waduk," ujar Antok (40), seorang petani, kemarin. Dia menceritakan, sejak Desember 2006 lalu air Waduk Tempuran debitnya menyusut. Namun sejak pertengahan Januari 2007, air waduk mulai mengering. Praktis, petani hanya mengandalkan air hujan. Meski waduk mengering, namun masih ada beberapa bagian yang tergenangi air. Seperti di bawah pintu keluar air waduk yang berhubungan langsung dengan saluran. Air hujan banyak tertampung di tempat tersebut. Kedalaman air mencapai lutut orang dewasa dengan luas genangan mencapai lima meter persegi. Menyedot Air ''Dari genangan air itu kami bisa mengairi sawah. Yakni, dengan cara menyedot air menggunakan mesin diesel,íí katanya. Supani (35) petani lain mengatakan, dalam memanfaatkan air antarpetani saling pengertian sehingga terjadi konflik. Bapak dua orang anak itu mengemukakan, tanaman padi yang mendesak mendapatkan air, itulah yang diprioritaskan. ''Yang pertama mendapatkan air adalah sawah yang sudah kering dan tanaman padinya benar-benar membutuhkan air. Petani di sini saling pengertian satu dengan yang lainnya,íí tandasnya. Dia mengatakan rata-rata tanaman padi di sekitar waduk berusia lebih dari dua bulan, namun ada pula petani yang baru menanam padi. "Contohnya saya. Saya baru membajak sawah. Rencananya akan menanam padi. Oleh karena itu, saya menyedot air di genangan yang berada di bawah pintu keluar air waduk," ujarnya. (H18-61) |