| Senin, 12 Februari 2007 | INTERNASIONAL |
Hillary Clinton Dicecar soal Irak
CONCORD - Kandidat presiden Senator Hillary Rodham Clinton (Demokrat) dicecar pertanyaan soal sikapnya mendukung invasi ke Irak. Dia harus mati-matian membela diri dari cecaran itu saat berkampanye di New Hampshire kemarin. Dalam voting di Senat pada 2002, Hillary menyetujui kebijakan Gedung Putih untuk menginvasi Irak pada Maret 2003. Namun dalam kampanye kemarin, Hillary mengecam Presiden George W Bush arogan dan tidak mampu menangani Irak. ''Sebenarnya saya tidak pernah menyetujui kebijakan itu. Saya hanya memberi Bush wewenang untuk mengirim kembali tim inspeksi. Itu bukan voting untuk memberi wewenang menginvasi,'' kilahnya, saat berkampanye di Balai Kota Berlin, New Hampshire. Perubahan Politik Di tempat terpisah, Barack Obama (45) menjanjikan perubahan politik Amerika menuju suatu era baru. Dia juga bertekad mengakhiri perang di Irak dan menjembatani kelompok-kelompok yang terpecah di Washington. Senator yang juga kandidat presiden dari Partai Demokrat tersebut menyampaikan hal itu saat berkampanye di Illinois, kemarin. Lokasi kampanyenya adalah gedung bersejarah yang menjadi tempat Abraham Lincoln pada 1858 mengumumkan tekadnya melawan perbudakan. ''Mari kita mulai kerja keras ini bersama-sama. Mari kita ubah negeri ini,'' kata Obama kepada ribuan pendukungnya di depan gedung Capitol lama. Obama mengatakan AS telah berhasil melewati banyak tantangan, mulai dari merebut kemerdekaan, perang sipil, sampai masa depresi hebat pada 1930-an. ''Pada setiap zaman, generasi baru muncul dan melakukan apa yang menjadi tugas mereka. Kini giliran kita. Inilah saat generasi kita menjawab tantangan zaman,'' kata dia.(rtr-ben-25) |