| Senin, 12 Februari 2007 | INTERNASIONAL |
Iran Janjikan Kemajuan Besar soal NuklirTEHERAN -Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menandai peringatan 28 tahun Revolusi Iran Minggu kemarin dengan pernyataan sikap bahwa program nuklir negeri itu tetap berlanjut. Namun, dia tidak mengumumkan perkembangan baru aktivitas nuklir itu. Ahmadinejad mengatakan, Iran akan tetap mematuhi regulasi internasional meski tidak akan memenuhi tuntutan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk menghentikan proses pengayaan uranium. Iran diberi batas waktu sampai 21 Februari untuk menghentikan proses uranium itu. Resolusi PBB yang disahkan Desember lalu mengancam akan ada sanksi lebih jauh apabila Iran menolak tuntutan itu. ''Kami siap berunding tetapi tidak akan menghentikan aktivitas kami,'' kata Ahmadinejad di depan ratusan ribu warga Iran di Lapangan Azadi )Kemerdekaan) Teheran saat peringatan Revolusi 1979. Dia menandaskan, penghentian aktivitas itu bakal menjadi penghinaan bagi negeri. Untuk membahas sengketa itu, ketua tim perunding nuklir Iran Ali Larijani bertemu dengan Ketua Bidang Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana di Jerman Minggu lalu. Solana mengatakan, pertemuan itu menghasilkan kesepakatan meski masih perlu penjabaran lebih lanjut. Menteri Luar Negeri Prancis Philippe Douste-Blazy mengatakan, tuntutan masyarakat internasional sudah sangat jelas. ''Iran dapat menerima permintaan masyarakat internasional dan menghentikan aktivitas nuklirnya. Kemudian, kami akan siap menghentikan sanksi di Dewan Keamanan PBB,'' kata dia. Ahmadinejad mengatakan, Iran bakal tetap berada dalam kerangka aturan dan kesepakatan Badan Energi Atom Internasional PBB. Dia menambahkan, pihaknya akan mengumumkan pencapaian besar dalam beberapa hari menjelang 9 April, khususnya mengenai perkembangan nuklir. Dia bersikeras, program atom Iran bersifat damai. Bereaksi Dingin Iran Sabtu lalu mengizinkan semua kamera pengawasan Badan Atom dipasang di reaktor nuklirnya di Iran tengah. Kantor berita IRNA melaporkan, semua kamera pengawasan yang diminta oleh IAEA telah dipasang di fasilitas nuklir Natanz, tempat proses pengayaan uranium yang kontroversial dilakukan. Menurut pernyataan Iran itu, penempatan kamera tersebut akan memungkinkan IAEA mengawasi sepenuhnya reaktor nuklir Natanz. Kehadiran Ali Larijani di Jerman dianggap sebagai upaya lainnya oleh Teheran untuk menghindari krisis internasional menyangkut program nuklirnya. Larijani mengatakan, Iran menganggap konferensi Munich sangat besar dan menunjukkan pertanda bahwa perdamaian yang berkelanjutan dapat direalisasikan. Namun, Larijani bereaksi dingin atas pidato Kanselir Jerman Angela Merkel, yang minta Iran untuk mengakhiri pengayaan uranium dan mengikuti resolusi PBB. ''Tidak ada jika dan tapi di sini serta tidak ada trik,'' katanya. Larijani mengatakan, ''Iran mengikuti jalan khusus dalam aktivitas nuklirnya, yang transparan penuh dan mendapat pengawasan IAEA. Teheran tetap melakukan aktivitas itu sesuai perjanjian itu.'' Menurut diplomat, negara-negara Eropa bakal tetap mengizinkan Iran memiliki beberapa ratus mesin sentrifugal untuk proses pengayaan uranium. Namun, negeri itu dilarang mensuplai mesin itu dengan bahan bakar uranium selama perundingan masih berlangsung. Kepada harian Jerman, Larijani mengatakan Iran siap menerima konsesi seperti misalnya menjalankan mesin sentrifugal dengan uranium hanya empat persen. Namun, Teheran tetap pada sikap tidak akan menghentikan aktivitas apabila hal itu dijadikan syarat perundingan. Uranium harus diperkaya sampai sedikitnya 80 persen untuk bisa dijadikan bahan bom atom. Iran baru saja mengoperasikan 328 mesin sentrifugal di Natanz. Menurut diplomat Barat, sebanyak 328 unit lagi sudah dipasang di fasilitas nuklir bawah tanah. (rtr-gn-25) |