| Senin, 12 Februari 2007 | BANYUMAS |
Diberi Makan Nasi BusukHARAPAN meraup penghasilan dengan menjadi TKW di Negeri Jiran bagi Ari Utari (20) ternyata hanya jadi angan-angan. Bukannya ringgit Malaysia yang didapat, tapi rasa sakit yang kini dirasakan. TKW asal Sokaraja Lor, Kecamatan Sokaraja, Banyumas itu kini harus berbaring di puskesmas. Semua itu terjadi karena selama lima bulan bekerja sebagai PRT di Johor Baru Malaysia diduga disiksa oleh majikannya. ''Saya tak menyangka anak saya akan bernasib malang seperti ini. Waktu berangkat badannya gemuk dengan berat 53 kg. Sekarang berubah jadi kurus. Beratnya hanya tingal 35 kg,'' ungkap Turyati (52), ibu kandung Ari yang ditemui saat menunggu anaknya dirawat di Puskesmas Sokaraja I, Sabtu (10/2) lalu. Saat hendak diperiksa bagian punggungnya oleh perawat, Ari pun mengerang kesakitan ketika hendak membalikkan tubuhnya. Saat perutnya dipegang, dari mulutnya meluncur suara ''Aduuhh.. sakit!''. Ketika akan duduk, dia harus dibantu oleh ibunya. Ia mengaku tak kerasan dan ingin keluar. Tapi untuk kabur tak bisa dilakukannya. Ari tak bisa keluar kemanapun. ''Kalau malam saya dimasukkan ke kamar mandi dan diguyur air. Saya diberi nasi yang sudah basi. Karena bau, nasi dari majikan tak pernah saya makan,'' ungkapnya. Penyiksaan itu berangsung hampir setiap hari selama tiga bulan. Dua bulan pertama masuk kerja, belum tersentuh siksaan majikan. Tapi pada bulan ketiga dan seterusnya, yang istilahnya sudah memasuki masa habis potong gaji, siksaan terus bertubi-tubi. ''Saya benar-benar tak kuat. Untuk berdiri saja susah, apalagi kerja mencuci atau mengepel. Setelah dianggap tak berdaya lagi, majikan memulangkan saya. Saya diantar majikan perempuan ke pelabuhan Johor dinaikkan feri tujuan Batam,'' urai dia. Taswin-Turyati, orang tua Ari kini sedang bingung. Sebagai keluarga tak mampu dan bukan orang yang berpengalaman tak tahu ke mana harus mengadukan nasib anaknya itu. (Sigit Oediarto-55) |