logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Februari 2007 BANYUMAS
Line

Harga Kentang Turun, Petani Tunda Panen

BANJARNEGARA-Setelah komoditas pertanian salak pondoh mengalami penurunan harga dan permintaan dari sejumlah pasar di Jakarta dan sekitarnya, kini giliran kentang mengalami nasib serupa.

Sejumlah petani di Kecamatan Batur, Banjarnegara, terpaksa menunda panen kentang mereka sembari menunggu harga kembali naik. Harga kentang hanya Rp 3.000 hingga Rp 3.300 per kilogram, sebelumnya Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogramnya.

''Harga tersebut merupakan rekor harga tertinggi yang dicapai sekitar sebulanan lalu. Namun waktu itu sedikit sekali petani yang panen sehingga para pedagang saling berebut. Saya saja hanya menjumpai harga setelah turun jadi Rp 4.900 per kilogramnya,'' tutur H Furkhan, petani kentang asal Desa / Kecamatan Batur, Sabtu (10/2).

Pasar Lokal

Dia mengatakan, saat ini petani menunda panen karena harga turun drastis dan membuat petani kaget. Pedagang saat ini juga jarang karena mereka tak cukup dapat order dari pasar Jakarta dan sekitarnya akibat banjir.

''Jika ada yang panen, paling juga untuk kebutuhan pasar lokal di Banjarnegara dan sejumlah kota besar lain di Jateng serta Jatim. Jika keadaan makin baik kami panen,'' katanya.

Meski demikian, lanjutnya, kisaran harga Rp 3.000 hingga Rp 3.300 per kilogram sebenarnya masih bisa memberikan keuntungan kepada petani.

Hintan, petani kentang asal Desa Bakal, Kecamatan Batur mengatakan tak mau ambil risiko kentang busuk jika sudah telanjur dipanen tapi harga rendah.

Apalagi sekarang tengah musim hujan dan itu riskan bagi kentang yang terkena guyuran hujan sehabis dipanen. Petani harus menjaganya tetap kering.

''Faktor lain, kabarnya sekarang kentang dari Medan yang harganya lebih murah tengah banyak di pasaran sehingga berpengaruh terhadap harga keseluruhan komoditas kentang. Mungkin setelah keadaan di Jakarta membaik akan berpengaruh positif terhadap perdagangan kentang,'' katanya.(H25-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA