| Senin, 12 Februari 2007 | BANYUMAS |
Pedagang Beras Jakarta Serbu Banyumas
PURWOKERTO-Permintaan beras dari pedagang Jakarta kepada -pedagang beras di Banyumas dalam beberapa hari terakhir ini melonjak. Semua pasokan beras bisa ditampung, bahkan karena pasokan dari Banyumas dianggap kurang pedagang Pasar Induk Cipanang turun sendiri mencari barang. . "Kalau selama ini kita yang memasok ke sana sekarang malah kebalik. Mereka yang datang ke sini. Mereka melakukannya karena tingkat kebutuhan beras di Jakarta saat ini sangat tinggi, sementara pasokan dari daerah berkurang akibat menipisnya stok beras,"ungkap Suratno (52) seorang pedagang besar di Rawalo, kemarin. Menurutnya, pihaknya sempat kewalahan melayani permintaan dari Jakarta. Pada hari normal, biasanya memasok 200 ton/hari. Tetapi setelah banjir melanda Jakarta, pemintaannya melonjak sampai tidak terbatas. ''Sekarang saya hanya bisa mengirim antara 50-100 ton/hari,'' katanya. Sebelumnya, pedagang di Cipinang sempat meminta dikirim sekitar 1.000 ton. Namun permintaan itu tidak terpenuhi. ''Untuk melayani 200 ton saja kita terpaksa membeli beras sampai ke luar Banyumas. Lebih dari 200 ton saya sudah tidak sanggup,''tandasnya. Saat ini harga beras di Jakarta melonjak drastis, mencapai Rp 400 hingga Rp500 setiap kilonya. Dia mengaku masih beruntung saat ini angkutan barang ke Jakarta relatif lancar. ''Namun, yang menjadi persoalan stok beras di sini sekarang menipis,'' tandasnya. Saat ini stok beras di pasaran menipis karena karena belum ada panen raya. Akibat menipisnya stok beras di pasaran memicu harga beras di tingkat pengecer juga melonjak. Bahkan, saat sekarang harga beras menembus Rp5.800/kg untuk jenis IR 64. "Harga beras terus naik beberapa hari ini. Kenaikannya sulit terkendali. Saya sekarang menjual Rp5.800/kg tetap dibeli karena barangnya terbatas,'' terang Yaniati (35) pedagang beras di Pasar Wage Purwokerto. Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas Eko Purwanto mengakui, sejak adanya banjir di Jakarta permintaan beras dari Jakarta melonjak tajam. Bahkan, pengiriman berapa pun tetap diterima dan langsung dibayar. Termasuk beras untuk kualitas di bawah standar. (G22-55) |