| Senin, 12 Februari 2007 | BANYUMAS |
Jelang Pilkada 2007Sikap PKB Bukan Bencana bagi PDI-PCILACAP- Pengurus DPC PDI-P Cilacap mengaku terkejut ketika membaca pernyataan PKB. Sebab, pernyataan itu mengesankan PKB pada Pilkada 9 September 2007 mendatang tidak berkenan berkoalisi dengan PDI-P. ''Padahal sampai saat ini PDI-P belum mengadakan rapat soal pilkada. Namun demikian, upaya pendekatan ke semua partai sudah kami lakukan, termasuk ke PKB,'' kata Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPC, H Kustiwa BSc, kemarin. Dikatakan, kalau memang PKB tidak berkenan berkoalisi dengan PDI-P tidak apa-apa. Artinya, bagi PDI-P hal itu bukan merupakan bencana. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya minta maaf kepada PKB kalau ternyata partainya tidak ada harganya bagi partai itu. Permasalahan ini akan dibawa ke forum rapat cabang untuk dibahas. ''Bagi PDI-P, bisa berkoalisi dengan PKB itu merupakan suatu harapan dan hal itu dibenarkan dalam berdemokrasi,'' jelasnya. Berhubung PKB tidak berkenan berkoalisi, maka kalau kemudian PDI-P mengambil sikap non koalisi, hal itu pun sah-sah saja. ''Kami akan mempersiapkan pilkada dengan hati-hati. Terutama dalam menentukan calon wakil bupati yang akan berpasangan dengan calon bupati dari PDI-P. Mengingat posisi wakil bupati pada periode 2007-2012 sangat strategis sekali,'' kata dia. Lebih jauh Ketua Fraksi PDI-P mengatakan, PDI-P memiliki kemampuan untuk bersikap nonkoalisi. Artinya, tanpa berkoalisi dengan partai lain pun PDI-P bisa mencalonkan bupati dan wakil bupati sekaligus. Namun demikian, PDI-P tetap berharap bisa berkoalisi dengan partai lain. Sebab, PDI-P tidak ingin dicap sebagai partai yang serakah karena calon bupati dan wakil bupati yang dicalonkan merupakan kader PDI-P semua.(ag-55) |