logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 SALA
Line

Balekambang Akan Jadi Hutan Kota

  • Maret Diharapkan Terrealisasi

SOLO - Kawasan Balekambang tahun ini akan dikembangkan menjadi hutan kota dan taman air. Untuk merevitalisasi kawasan cagar budaya yang sudah ''rusak'' tersebut dibutuhkan dana sekitar Rp 21 miliar.

''Pada plafon prioritas anggaran sementara (PPAS) 2007 kami ajukan Rp 15 miliar. DPRD pasti setuju tetap dialokasikan pada APBD berjalan karena saat pemaparan sudah setuju. Jadi Maret nanti diharapkan sudah bisa direalisasi,'' kata Wali Kota Joko Widodo di rumah dinas Loji Gandrung, kemarin.

Sisa pembiayaan akan diusulkan pada perubahan APBD 2007. Kalau tidak ada, nanti diusulkan pada APBD 2008.

Pada kawasan seluas delapan hektare itu, lanjut dia, akan dikembangkan dua fasilitas yang dulu dibangun KGPAA Mangkunegara VII, yakni Partinah Bosch (hutan kota) dan Partini Tuin (kolam renang/taman air).

''Dulu dua kawasan itu dibangun untuk dua putri Mangkunegara VII, Partinah dan Partini, dan diabadikan menjadi nama masing-masing kawasan,'' tambahnya.

Di Partinah Bosch ada taman terapheutic yang menyediakan jalur lintas refleksi. Di lintasan itu terdapat batu-batu alam berbagai ukuran yang bermanfaat untuk terapi penderita penyakit tertentu. ''Itu sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan menjadi gaya hidup masyarakat modern,'' tutur Wali Kota.

Kawasan Partini Tuin, ujar dia, nanti bukan sekadar kolam renang atau taman air, melainkan dikembalikan fungsinya sebagai daerah resapan. ''Pagar sebelah utara nanti akan dijebol dan kolamnya dikelilingi air mancur sebagai elemen estetis,'' jelasnya.

Bangunan yang dinilai telah merusak fungsi kawasan Balekambang dirobohkan. Di antaranya diskotek dan hunian pemain ketoprak tobong.

''Kami sudah menyosialisasikan kepada seluruh pemain ketoprak tobong di Balekambang bahwa hunian mereka akan dibongkar. Sebagai ganti, kami bangun mes untuk para seniman itu,'' ungkapnya.

Panggung ketoprak dirombak menjadi Gedung Ketoprak yang diproyeksikan menjadi laboratorium sejarah dan bahasa Jawa. Akan dibangun pula galeri budaya, pasar seni, balai jajan khas Solo, dan open stage berkapasitas 500 orang.

''Meski tanah itu kini menjadi hak pakai Pemkot, kami akan kula nuwun dulu ke Mangkunegaran selaku pemilik pada zaman dulu.'' (G13-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA