| Sabtu, 10 Februari 2007 | PANTURA |
Korban Tewas Keracunan Tempe Gembus BertambahSLAWI - Korban yang diduga keracunan tempe gembus di Desa Setu, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal bertambah satu orang, yaitu Ridwan (32). Dia mengembuskan napas terakhir Jumat (9/2) pukul 01.30 di RSUD Soeselo, Slawi. Kabid Pelayanan RSUD Soeselo dokter Hendadi Setiaji mengungkapkan, Ridwan terkena racun jamur muskarini yang menyerang seluruh organ vitalnya, seperti liver, ginjal, dan jatung. Akibatnya, fungsi organ-organ itu menurun hingga akhirnya menimbulkan kematian. ''Kami sudah berupaya menanganinya maksimal dengan melibatkan dokter spesialis penyakit dalam.'' Lebih lanjut dia mengatakan, hingga kemarin ada enam pasien yang dirawat intensif di RSUD Soeselo Slawi. Tiga di antaranya di ruang ICU, yaitu Sukirno (34), Farikha (30), dan Masiah (50). Dua pasien lainnya menjalani perawatan di ruang bangsal, yaitu Pujianti (14) dan Kartini (13). Kondisi Pujianti membaik dan sudah pulang ke rumahnya. ''Ketiga pasien itu dirawat di ruang ICU karena mengalami penurunan fungsi organ,'' tandasnya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pemkab dokter HM Hafidz MKes mengatakan, pihaknya sudah memberikan pengertian pada warga Desa Setu agar tidak mengonsumsi dan memproduksi tempe gembus. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sudah mempersiapkan dua puskesmas, di Tarub dan Talang, untuk menangani secara maksimal jika menemukan kasus baru di daerah setempat. Untuk mengetahui penyebab keracunan, pihaknya masih menunggu hasil uji Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang. ''Pembiayaan pengobatan mereka gratis,'' imbuhnya. (H3-69) |