| Sabtu, 10 Februari 2007 | PANTURA |
Pohon Beringin Roboh
PEKALONGAN - Tidak ada hujan dan tidak ada angin besar, tiba-tiba pohon beringin yang diperkirakan berumur puluhan tahun di pojok Alun-alun Kota Pekalongan, Kamis (8/2) pukul 18.15 roboh. Seorang anak yang sedang bermain di bawah pohon kesabet ranting, sehingga mengalami luka-luka dan diangkut ke RSUD Kraton, Pekalongan. Yayuk, penjual durian yang berada di dekat pohon beringin menceritakan, sebelum roboh pohon itu sering berbunyi kretek-kretek saat ditiup angin. Namun semua orang tidak menyangka pohon itu akan roboh. Begitu azan magrib usai, separo batang beringin itu roboh. Saat itu di sekitarnya banyak pedagang yang masih aktif berjualan. Hanya karena robohnya ke arah tenggara, maka para pedagang pakaian dan pedagang makanan di sekitarnya aman. Hanya ada seorang anak, yakni Rifina (2 tahun) yang mengalami luka-luka pada leher dan kepalanya akibat kesabet ranting pohon tersebut, sehingga harus dikirim ke RSUD Kraton, Pekalongan. Puteri dari Eko, pedagang pakaian warga Jenggot, Kota Pekalongan itu sampai kemarin masih di rawat di rumah sakit mengingat lukanya serius. Kepala Dinas Penataan Kota dan Lingkungan Hidup, MM Sumarni menegaskan, akhir tahun lalu ranting pohon itu sudah dikurangi agar musim penghujan tidak roboh. Pemangkasan ranting juga dilakukan di tempat-tempat umum lainnya agar tidak membahayakan masyarakat di sekitarnya. Kenyataannya, pohon yang dianggap wingit oleh masyarakat itu roboh akibat separo batangnya keropos. Apakah ada bantuan untuk korban? Menurut Sumarni masih akan dilaporkan ke atasannya. ''Kalau ada dana, kita akan mengupayakan memberikan bantuan,'' katanya.(A15-29) |