logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 OLAHRAGA
Line

Djarum Jadi Sponsor Lagi

JAKARTA-Kompetisi Liga Indonesia 2007 dibuka di Kediri Sabtu ini. Djarum kembali menjadi sponsor dalam pertarungan tim-tim Divisi Utama tersebut.

Kepastian bertahannya sponsor lama didapat setelah MoU antara Badan Liga Indonesia (BLI) dengan PT Djarum ditandatangani di Jakarta, Kamis lalu. Dengan penandatanganan itu, secara resmi kompetisi diberi nama Liga Djarum Indonesia 2007.

BLI juga menandatangani MoU dengan sponsor pendukung, yaitu PT Pos Indonesia dan stasiun televisi Antv. Manajer Umum BLI Max Boboy menginformasikan, penandatanganan dilakukan di Wisma Bakrie II Jakarta dengan dihadiri antara lain Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, Ketua BLI Nirwan D Bakrie, dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Dari pihak sponsor hadir Senior Brand Manager PT Djarum Handoyo, Direktur Antv Daniel G Resowijoyo, serta Direktur Bisnis dan Teknologi Informasi PT Pos Indonesia San Herits.

''Dengan ditandatanganinya MoU, berarti sudah tidak ada lagi kendala. Kompetisi dipastikan digelar 10 Februari. Pembukaan mempertemukan Persik Kediri melawan Sriwijaya FC,'' tuturnya.

Nilai nominal sponsorship dari PT Djarum tidak mengalami perubahan, Rp35 miliar. Dana itu akan dibayarkan dalam empat termin. Termin pertama Rp15 miliar dibayarkan sepuluh hari setelah MoU ditandatangani. Termin kedua Rp10 miliar menjelang putaran II, setelah itu termin ketiga Rp7,5 miliar menjelang delapan besar, dan terakhir Rp2,5 miliar saat final.

Komitmen

Untuk nilai sponsorship dari PT Pos Indonesia besarnya Rp2 miliar. Dana itu akan dibayarkan paling lambat bulan Agustus 2007. Sementara Antv, stasiun televisi yang sebagian sahamnya dimiliki Star Sports, harus membayar Rp100 miliar untuk hak siar selama 10 tahun.

Nurdin menyatakan sangat berterima kasih atas dukungan para sponsor. Ia berharap kehadiran sponsor bisa menjadikan sepak bola Indonesia lebih bersinar pada masa mendatang. ''Kami berharap tidak hanya Djarum atau Pos Indonesia yang ikut terlibat dalam sepak bola Indonesia,'' tegasnya.

Senior Brand Manager PT Djarum Handoyo mengatakan, keterlibatan pihaknya merupakan upaya meneruskan komitmen untuk mendukung kompetisi. Maklum Djarum memiliki kontrak dengan PSSI selama empat tahun dan baru dua tahun dijalani.

Handoyo menjelaskan, nilainya memang tetap Rp35 miliar namun dengan konsekuensi pengurangan manfaat bagi Djarum.

''Musim lalu kami memperoleh benefit memasang 16 papan di lapangan, tetapi musim ini dikurangi menjadi 12 buah. Itu adalah solusi terbaik,'' jelasnya.

Yang pasti, kompetisi tahun ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Djarum, terkait dengan kelangsungan kerja sama untuk musim selanjutnya. Handoyo berharap musim 2008, misi BLI dan PSSI untuk memprofesionalkan klub bisa menjadi kenyataan.

''Artinya, tahun ini adalah musim transisi. Kita akan lihat perkembangannya dan mengawal sampai akhir kompetisi. Kalau nantinya lebih baik, artinya klub lebih profesional dan suporter tidak rusuh lagi, kami pasti ingin terus terlibat dalam sepak bola Indonesia,'' ujarnya.

Selama dua tahun keterlibatan PT Djarum, disebutnya secara kualitas banyak sekali kontroversi. Karenanya ia berharap musim ini hal-hal negatif itu tidak terjadi lagi dan kompetisi menjadi lebih baik.(wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA