| Sabtu, 10 Februari 2007 | WACANA |
Surat PembacaSuara Merdeka, Harian PilihanSetiap jelang nenem enjang kuterima koran tersayang. Bukan dengan gaya lemparan loper khas dunia Barat, tapi terulur sopan dari tangan pemilik wajah penuh senyum terkembang, begitu njawani. Memang, barangkali bisa menggambarkan rasa dan isi koran yang dia antarkan. Lembaran kertas inilah yang tiap pagi selalu mampu melemparkan saya kembali ke dunia yang penuh intrik, kesedihan, kebahagiaan juga ribuan harapan setelah semalaman mencelupkan rasa penat dalam lelapnya lautan mimpi. Hingga usianya yang ke-57 koran ini tidak saja mampu memberi pencerahan pikiran dan wawasan namun juga menumbuhkan keterikatan kuat kepada pembacanya. Hal ini menimbulkan rasa ngangeni Ian handarbeni. Sebagai perekat komunitas Jawa Tengah Suara Merdeka berhasil dengan santun menancapkan magnetnya sebagai koran pilihan. Salah satu bukti konkret kepercayaan pembaca terhadap koran ini adalah pendirian sekolah di kawasan tertimpa bencana alam (Aceh dan Klaten) dari hasil sumbangsih para pembaca. Saya berharap koran ini tetap teguh memegang prinsip merdeka bersuara dalam irama yang pas mewakili suara rakyat yang tertindas. Tak pernah mencoba menggiring pembacanya ke arah kepentingan kelompok tertentu apalagi terjaring daIam kesibukan menghebohkan sesuatu yang sebenarnya hanya kabar angin. Yang juga tak kalah penting adalah tetap kental menyisipkan nuansa budaya Jawa yang luhur, edi lan nengsemake. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Suara Merdeka yang telah memberi ruang cukup terbuka kepada pembaca untuk aktif berinteraksi menyuarakan hati nurani. Inilah simpul yang kuat untuk melanggengkan eksistensinya di hati para pembaca sehingga mampu bersaing sehat di antara media cetak lainnya. Terlebih melawan gebyar media elektronik dan riuhnya dunia gadget. Harapan terbesar saya semakin kemraket-nya dengan para pembacanya yang mayoritas wong Jawa ini bisa membuktikan bahwa orang Jawa itu bukan bodho, elek, plinthat - plinthut, ngeyelan, munafik srei lan dengki seperti yang pernah dilontarkan sebagian budayawan. Bravo Suara Merdeka, terus berkarya sukses selalu sepanjang sungai waktu. Indra Ari Bakalrejo Rt 5/Rw I Guntur, Demak *** Pulsaku Hilang Saya adalah pelanggan kartu prabayar Telkomsel, 081328277136 yang menjelang Tahun Baru mau mengisi ulang ternyata kartu saya tidak berlaku lagi. Terakhir mengisi ulang 3 Desember 2006 nominal Rp. 20.000 dengan masa aktif 15 hari dan masa tenggang 30 hari. Saya terkejut ketika kartu tidak berlaku lagi (8 hari masa tenggang). Ketika saya tanyakan di Grapari Telkomsel Purworejo, dinyatakan kartu sudah terhapus dari sistem karena belum teregistrasi sehingga kalau mau diaktifkan harus registrasi ulang. Padahal saya melalui SMS 4444 sudah dinyatakan teregistrasi dan itu terjadi setahun lalu. Menurut customer service, registrasi melalui SMS 4444 sering terkendala akibat banyaknya SMS yang masuk sehingga terkadang ada data tidak terbaca. Saat itu saya setuju registrasi ulang tanpa berpikir sisa pulsa yang masih Rp. 56.000 karena masa tenggang. Tetapi ketika mau isi ulang 4 Januari 2007 ternyata sisa pulsa dinyatakan hangus. Permasalahannya, mengapa karena kelemahan sistem registrasi SMS 4444 sebagai tanggung jawab operator, tetapi yang menjadi korban adalah pelanggan yang sudah menaati aturan yang diterapkan operator. Di mana tanggung jawab operator ketika ada kelemahan pada sistem registrasi. Jangan hanya pelanggan yang dijadikan korban karena sisa pulsa dinyatakan hangus. Jangan beralasan yang menghapus nomor adalah pemerintah secara bertahap tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu. Saya minta tanggapan. Arif Rahman Efendi Jl Sultan Agung Rt 2/Rw 2, Purworejo *** Tentang PO Handoyo Menanggapi surat Sdr Widarto tentang pengemudi PO Handoyo di Surat Pembaca 30 Januari 2007 yang intinya masalah Jasa Raharja, PO yang tidak membantu, pungutan DBK (Dana Bantuan Kecelakaan) dan pemangkasan penggantian dari pihak ketiga, kami selaku manajemen memberi klarifikasi sbb: Soal Jasa Raharja, telah ada aturannya. Santunannya ada karena setiap bulan perusahaan membayar premi. Hal itu juga merupakan wujud tanggung jawab PO kepada karyawan dan penumpang. PO Handoyo dikatakan tidak bantu sama sekali, hal itu tidak benar. Kenyataan bantuan sudah diterima bahkan beberapa karyawan menjenguk ke RS untuk menyerahkan bantuan pengobatan. Seharusnya Sdr berkomunikasi ke perusahaan untuk memberitahu perkembangan dan biaya perawatannya tapi hal itu tidak dilakukan. Masalah DBK, untuk penggantian kepada pihak ketiga dan perbaikan fisik kendaraan yang rusak. Apalagi sejauh ini Sdr baru dipungut satu kali, karena sebagai sopir langsir tidak ada pungutan. DBK justru meringankan beban karyawan jika mengalami kecelakaan. Mengenai pemangkasan sama sekali tidak benar, karena yang mengurus Sdr Tomo (yang waktu itu masih di PO) melaporkan dan menyerahkan uang dari pihak ketiga sebesar Rp 3 juta.pada perusahaan sebagai penggantian kendaraan yang rusak, bukan Rp 5 juta (total perbaikannya Rp 15 juta). Jika Sdr kurang puas atas penjelasan ini bisa datang ke kantor. Manajemen PO Handoyo Jl Soekarno - Hatta 18, Magelang *** Pesan Roti Wonder Pada 6 Februari 2007 saya pesan roti di Wonder Semarang lewat telepon untuk rasa jumbo campur berjumlah 17 yang akan diambil pukul 15.00. Tapi ternyata setelah roti saya bagi-bagikan, tidak sesuai pesanan yaitu isinya rasa keju berjumlah 13 buah dan rasa daging 4 buah, padahal saya tidak suka rasa keju. Saya kecewa dan peristiwa ini paling tidak untuk pengalaman bagi Wonder agar lebih teliti dan tidak terulang pada konsumen lain. Sudarminingsih Lempongsari Timur III, Semarang *** Jawaban PMI Menanggapi tulisan di Surat Pembaca 7 Februari 2007 dari Sdr Hantono SW, kami UTDC PMI Kota Semarang telah menyelesaikan secara kekeluargaan. Kami juga mengklarifikasikan sbb: Saat permintaan darah, persediaan di PMI terbatas sehingga kami meminta pihak keluarga menjadi donor pengganti/donor keluarga. Proses pengeluaran darah membutuhkan waktu 6 - 7 jam setelah diambil untuk melakukan pemeriksaan serologi terhadap penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi darah. Juga melakukan pemeriksaan uji cocok serasi antara darah donor dengan pasien. Pemeriksaan tersebut merupakan prosedur standar baku tanpa memandang donor berasal dari keluarga atau sukarela. Biaya yang dikenakan sebagai pengganti pengelolahan darah mulai proses pengambilan sampai darah siap ditranfusikan ke pasien (kantong darah, pemeriksaan serologi/infeksi menular melalui tranfusi darah, pemeriksaan uji cocok serasi, menu donor, administrasi). Untuk darah lengkap (whole blood) Rp 124.500/kantong, darah komponen Rp 239.000/kantong. Bagi pasien tidak mampu tidak dikenakan biaya (surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, Askeskin). Bila keluarga pasien belum membawa persyaratan tersebut, akan dilayani sebagai pasien umum dan diberi tenggang waktu 5 hari untuk melengkapi persyaratannya. Terima kasih atas saran dan kritik kepada UTDC PMI Kota Semarang dan kami tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dokter Rini Astuti UTDC PMI Kota Semarang *** Tanggapan BII Sehubungan tulisan Bapak YBRM Tedjokusumo, berjudul ''BII dan Nasabah'' di Surat Pembaca 2 Februari 2007, kami telah melakukam pemblokiran rekening almarhumah Widari Sri Wulan terhitung sejak menerima surat keterangan dari Kepolisian. Isinya laporan kehilangan buku tabungan dan kartu ATM atas nama almarhumah pada 27 September 2006. Berkaitan transaksi melalui ATM, kami jelaskan transaksi hanya bisa dilakukan dengan PIN yang merupakan nomor identitas pribadi yang hanya diketahui nasabah. Seluruh penarikan tunai melalui ATM yang dilakukan sebelum 27 September 2006, di luar kekuasaan BII karena hanya bisa dilakukan dengan PIN yang diketahui nasabah. PT Bank Internasional Indonesia Tbk Esti Nugraheni (Kadiv Komunikasi) |