| Sabtu, 10 Februari 2007 | WACANA |
TAJUK RENCANAMendorong Bangkitnya Wirausaha- Kadin Jawa Tengah kini sedang merintis gerakan pembangkit wirausaha. Sebagai sebuah gerakan, langkah ini diharapkan bisa mendorong tumbuhnya pelaku usaha yang tangguh, selain memiliki ketrampilan, daya tahan juga cerdas dalam menangkap peluang. Program ini selain terlihat sangat orisinil juga memperlihatkan kepekaan Kadin terhadap pengembangan dunia usaha, khususnya bagi tumbuh dan bersemainya pelaku-pelaku baru. Sebagai sebuah gerakan pastilah program ini dirancang agar diminati dan diikuti banyak orang. Semakin banyak orang yang terlibat dan dilibatkan, maka semakin baiklah efek yang akan ditimbulkannya. - Wirausaha sebagai sebuah ketrampilan tidak bisa hadir secara tiba-tiba pada diri seseorang. Misalnya, seseorang tidak bisa secara tiba-tiba ditasbihkan menjadi seorang pedagang hanya oleh sebuah kejadian ketika ia untung besar dalam sebuah transaksi. Wirausaha membutuhkan sebuah proses pembelajaran panjang yang tidak sekadar penguasaan ilmu dagang. Meski pun bertahun-tahun berada di ruang kelas dengan spesialisasi pelajaran bisnis, tidak serta merta mereka yang keluar dari sana menjadi pemain-pemain yang ahli, atau pedagang-pedagang yang handal. Malah yang terjadi sebaliknya, para wirausaha yang handal banyak lahir dari masa panjang kuliah di lapangan. - Di sekitar kita bisa mengamati bagaimana proses ''menjadi'' wirausaha itu berlangsung. Seseorang bisa tumbuh menjadi usahawan yang tangguh, ketika pada dirinya sejak lahir berada dalam denyut nadi perdagangan. Sejak kecil mereka terbiasa mendengar lingkungannya sedang membicarakan tentang barang apa dengan harga berapa dan diperoleh di mana. Setiap hari tanpa henti. Maka, tidak mengherankan, manakala tetangga kita yang kebetulan tionghwa sejak lahirnya memang sudah berada terus dalam situasi seperti itu. Apalagi, seperti kita tahu, teman-teman kita itu tidak memiliki pilihan profesi yang banyak misalnya menjadi pegawai negeri, tentara, hakim, atau lainnya. - Karena situasi menghendaki ''mau tidak mau'' harus jadi pedagang, maka itulah satu-satunya pilihan. Lahir, tumbuh, dewasa dan meninggal pun tetap berada dalam ''wilayah'' itu. Sehingga, penguasaan medan bisnis sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kesehariannya. Intuisi, naluri, dan juga pikirannya sangat diwarnai kalkulasi demi kalkulasi. Sedangkan bagi umumnya masyarakat kita, masih ''percaya'' pada hal-hal yang bersifat ''genetis'' yakni profesi sang anak biasanya tak jauh juga dari orangtuanya. Tetapi dalam banyak kasus, wirausahawan bisa dibentuk lewat model-model pembelajaran yang tepat. Mungkin lewat model itulah program gerakan wirausahawan itu dirancang. - Ada beberapa hal yang relevan untuk program gerakan pembangkit kewirausahaan ini yakni bertumpu pada sifatnya. Karena lebih berupa gerakan, maka semakin banyak yang terlibat semakin baik. Semakin banyak yang tahu, semakin oke. Program dirancang agar bisa menjadi magnet bagi mereka yang sama sekali belum tahu tentang dunia wirausaha sampai mereka yang merasa bisa menjadi simbol, ikon, panutan dan pun model. Jadi, siapa pun dia dan dengan latar belakang apa bisa menjadi menjadi ''lebih pinter'' setelah merasa terlibat dalam program ini. Orang dengan mudah akan dibuat lebih ''ngeh'' tentang kewirausahaan dan tentu manfaat-manfaatnya. - Jika Kadin bisa memobilisasi orang dalam jumlah besar terlibat dalam program ini, dampaknya akan sungguh-sungguh luar biasa. Kelas-kelas dirancang bagi setiap orang bukan hanya untuk belajar teori bisnis, melainkan untuk belajar wirausaha dari para pelaku yang sesungguhnya, kemudian mereka belajar tentang bagaimana membuat jaringan bisnis, membaca peluang pasar dan cerdas memanfaatkan momentum, maka kita bayangkan setiap hari akan lahir pelaku-pelaku baru yang akan mewarnai dunia wirausaha daerah ini. Sebagai sebuah upaya, langkah Kadin Jateng merancang Gerakan Pembangkit Kewirausahaan (Rakit Usaha) 2007 sangat layak untuk didukung. |