logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 NASIONAL
Line

Momon Berencana Menghadap KPK

SEMARANG- Anggota DPRD Kendal, Asep Diamonde alias Momon, kerabat Bupati Kendal Hendy Boedoro, yang diduga diburu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pekan depan akan menghadap ke KPK. Kuasa hukumnya, Yohanes Winarto SH mengungkapkan hal itu, Jumat (9/2).

"Klien kami berinisiatif akan datang ke KPK, untuk memberikan keterangan sebagai saksi, meski tanpa ada panggilan. Ini sebagai bentuk proaktif dari Diamonde, sebagai warga negara yang baik untuk membantu KPK dalam melakukan pengusutan kasus sangkaan korupsi yang diduga dilakukan Bupati Kendal."

Advokat yang berkantor di Jalan Graha Raya Blok F 1 No 4, Bintaro Jakarta itu menepis anggapan bahwa Momon menghilang untuk menghindari penyidik KPK.

Dijelaskan, Diamonde saat ini memang tidak di Kendal. "Rencananya kalau tidak Selasa ya Rabu Diamonde akan ke Jakarta, menghadap penyidik."

Yohanes menyatakan, yang bersangkutan saat ini tengah di Bandung. Dia membantah bahwa kepergian kliennya ke Bandung itu, untuk menghindar, namun untuk suatu keperluan keluarga. Yohanes mengemukakan, sangat tidak mungkin jika KPK memburu kliennya.

Dia juga berkeberatan dengan istilah "memburu". Sebab, istilah itu mengesankan kalau kliennya itu seorang kriminal yang sedang dicari-cari atau buron.

Menurut dia, penangkapan baru dapat dilakukan jika seseorang lebih dari tiga kali tidak menghadiri panggilan tanpa keterangan apapun. Sementara Momon hingga kini baru dipanggil satu kali. Dia mengakui, Diamonde tidak dapat memenuhi panggilan pertama. Namun ketidakhadirannya bukan tanpa sebab.

Memaklumi

"Diamonde oleh penyidik telah diminta hadir pada tanggal 30 Januari lalu. Namun surat panggilan baru dia terima tanggal 1 Februari. Hal ini juga sudah kami jelaskan ke penyidik dan mereka bisa memakluminya. Kami yakin KPK tidak akan gegabah. Kami percaya, KPK akan mengunakan aturan yang benar."

Pada kesempatan lain, penyidik KPK kemarin masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan di Mapolres Kendal dan Mapolwiltabes Semarang, berkait kasus Bupati Kendal. Di Polwiltabes, penyidik memanggil karyawan penerbit Aneka Ilmu.

Dua karyawan Aneka Ilmu itu mengaku mendapat panggilan sebagai saksi, berkenaan dengan pengadaan buku tahun 2004. Tiga anggota penyidik KPK, yang tiba di Mapolwil sekitar pukul 10:00 mengajak keduanya ke tempat yang tidak diketahui wartawan.

Kepala Humas KPK Johan Budi SP mengatakan, keberadaan KPK di Kendal dan Semarang guna mengembangkan penyidikan, termasuk melakukan pelacakan harta kekayaan Bupati Kendal yang diduga didapat dari hasil korupsi. (H30,G15-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA