logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 NASIONAL
Line

RI Protes Penggalian Al-Aqsa

  • Polisi Israel Terlibat Bentrok

GAS AIRMATA:Seorang pria Palestina berjalan di dekat polisi Israel yang menembakkan gas air mata saat bentrok dengan warga Palestina, di dekat Kota Tua Jerusalem, Jumat (9/2). Warga menggelar protes usai shalat jumat di Masjid Al-Aqsa.(30)

JERUSALEM - Protes atas penggalian untuk mencari benda-benda purbakala di dekat Masjid Al-Aqsa oleh Israel, memuncak Jumat kemarin dalam bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel.

Warga Palestina seusai shalat Jumat di masjid suci itu menggelar protes. Sekitar 200 polisi Israel menyerbu memasuki kawasan di sekitar Al-Aqsa dan menembakkan granat ke arah demonstran yang bersenjatakan batu.

Sementara itu, para pemimpin muslim memprotes penggalian di dekat masjid suci ketiga itu. Negara-negara Arab meminta Israel menghentikan pekerjaan itu. Mereka menyatakan, penggalian itu bisa merusak fondasi Al-Aqsa yang sudah berusia 1.400 tahun. Israel berkilah, pekerjaan itu tidak akan menimbulkan kerusakan.

Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Israel agar menghentikan kegiatan pencarian benda-benda purbakala di Masjidil Aqsa. "Kita serukan supaya Israel menghentikan penggalian kepurbakalaan di sana," ujar Menlu Hassan Wirajuda dalam keterangan pers di gedung Deplu, Jl Pejambon 6, Jakarta, Jumat (9/2).

Penggalian itu, lanjut Hassan, di samping secara fisik mengganggu tempat ibadah yang dimuliakan umat muslim, juga bisa menimbulkan ketegangan baru. "Itu bisa mengganggu kemungkinan damai antara Palestina dan Israel," imbuhnya.

Kabar Positif

Terkait konflik dalam negeri Palestina antara Hamas dan Fatah, menurut Hassan, telah didengar kabar positif. Kabar itu didapat dia saat bertemu dengan Kepala Biro Politik Hamas Khaled Meshaal pada 4 Februari lalu. "Pada waktu itu, kami minta konfirmasi tentang pertemuan di Makkah antara Hamas dan Fatah. Khaled memastikan pertemuan itu tidak akan menemui kegagalan. Jadi berita positiflah yang kita dengar," jelasnya.

Juru bicara polisi mengatakan, 15 polisi dan sembilan demonstran terluka dalam bentrokan itu. Sebanyak 17 orang ditahan, beberapa di antaranya ditangkap saat berada di jalan-jalan di luar kawasan Kota Tua Jerusalem.

Sedikitnya 10.000 umat menunaikan shalat Jumat di masjid itu. Puluhan orang terjebak di dalam masjid saat terjadi bentrokan di luar kompleks suci al-Haram al-Sharif itu.

Jumlah personel polisi sudah dilipattigakan sejak Jumat pagi untuk mengantisipasi unjuk rasa itu.

Kawasan Masjid Al-Aqsa memang sering menjadi ajang unjuk rasa warga Palestina. Karena itu, Israel hanya mengizinkan perempuan dan laki-laki di atas usia 45 tahun untuk shalat di masjid.

Dinas Darurat Israel melaporkan terjadi pula aksi lempar batu di beberapa tempat di Jerusalem. Personel polisi dikerahkan ke wilayah utara negeri itu untuk menangani kemungkinan kerusuhan lebih besar di Kota Nazareth.

Arab Mendesak

Di Kota Hebron, Tepi Barat, tentara Israel menutup kawasan pusat kota setelah para pemuda berunjuk rasa dengan aksi lempar batu dan membakar ban-ban.

Inspektur Polisi Jerusalem Ilan Franco mengatakan, sekitar 3.000 personel ditempatkan di berbagai sudut kota karena ada pihak intelijen menengarai bakal ada kerusuhan.

Kelompok negara-negara Arab di Perserikatan Bangsa-bangsa meminta Dewan Keamanan untuk menghentikan tindakan Israel itu. Pada pertemuan kelompok Arab, para anggot sepakat mengirimkan surat kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Dewan Keamanan untuk membahas isu itu pada sidang bulanan Dewan Keamanan mengenai Timur Tengah pekan depan.

Para duta besar negara-negara Arab meminta Dewan Keamanan bertindak segera untuk menghentikan pelanggaran Israel serta menjamin negara Yahudi itu menghormati hukum internasional dan resolusi PBB.

''Kelompok Arab mengecam eskalasi agresi terhadap masyarakat Islam di Jerusalem Timur dengan perbuatannya menghancurkan jalan bersejarah itu,'' demikian pernyataan kelompok Arab.

Pemimpin Gerakan Islam di Israel Raed Salah Kamis lalu meminta warga Arab Israel dan muslim di seluruh dunia bangkit menentang proyek Israel tersebut. ''Agresi yang berlangsung sekarang adalah tragedi dan kejahatan,'' kata dia. Dia menuduh Israel sedang memproklamirkan perang agama dan regional.

Sebaliknya, pejabat Israel menuduh kelompok ekstremis menjadikan hal itu sebagai dalih untuk mengobarkan kemarahan terhadap Israel. Menlu Israel Tzipi Livni menuduh ekstremis politik mengeksploitasi situasi tersebut.

Namun, seorang arkeolog terkemuka Israel menentang proyek penggalian itu. Arkeolog Meir Ben-Dov mengatakan, jalan yang sudah ada seharusnya cukup direnovasi dan tidak perlu diganti. Pemerintah, kata dia, juga tidak memiliki izin pembangunan.(rtr-gn,dtc-25,41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA