logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 MURIA
Line

Beras Undaan Diborong Pedagang Jabar

KUDUS - Pasokan beras - hasil musim tanam (MT) I lalu - di beberapa kawasan pertanian Kota Kretek makin tipis. Pasalnya, komoditas tersebut banyak dibeli oleh pedagang dari luar kota.

''Sudah sepekan ini, pedagang dari Jawa Barat memborong beras dari wilayah Undaan,'' kata Yudhi Prasetyo, seorang pemilik penggilingan padi di Desa Wates, Kecamatan Undaan.

Dia dan pemilik penggilingan padi lain tentu tidak bisa menolak pembelian dari pedagang luar kota itu, sebab harga belinya relatif lebih tinggi daripada harga beli pedagang lokal.

Beras jenis IR 64, misalnya, dibeli dengan harga antara Rp 5.600 dan Rp 5.700 per kilogram. Sedangkan pedagang lokal membeli dengan harga Rp 5.500 per kilogram. ''Tentu saja banyak yang menjual beras kepada pedagang luar daerah,'' jelasnya, Jumat (9/2) kemarin.

Menurutnya, banjir di sejumlah kawasan penghasil padi di Jawa Barat mungkin menjadi penyebab mengapa para pedagang dari daerah tersebut menyerbu Undaan.

Harga Gabah Tinggi

Karena serbuan itu, harga beras di pasar Kudus kemungkinan meningkat. Apalagi, beras impor yang katanya akan didatangkan pemerintah belum juga tiba.

''Harga beli gabah dari para petani pun sudah tinggi. Harga per kilo gabah kering panen yang tadinya Rp 2.300, sekarang mencapai Rp 2.600,'' tambahnya.

Sementara itu, sumlah kawasan pertanian di Kota Kretek baru akan panen pada Maret nanti. ''Daerah seperti Kaliwungu, kemungkinan baru akan panen pada saat itu,'' jelasnya.

Kabid Tanaman Pangan Dispertan Kabupaten Kudus Ir Budi Santoso mengatakan, beberapa waktu lalu produksi beras Kudus per tahun mencapai 98.000 ton. Padahal, kebutuhannya hanya 92.000 ton (surplus).

Untuk mengatasi lonjakan harga akibat pemborongan beras oleh pedagang dari daerah lain, Yudho menyatakan Bulog harus segera mengeluarkan stoknya ke pasaran.

''Dan harus dilakukan secara serempak di semua daerah. Jika hanya melakukan operasi pasar satu atau dua kali dalam sepekan, harga tidak akan turun,'' jelasnya. (H8-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA