logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 MURIA
Line

KLB DB, Penderita Melonjak

  • 28 Desa Dinyatakan Endemis

JEPARA- Pemkab menetapkan Februari ini sebagai kejadian luar biasa (KLB) penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal itu setelah dua korban meninggal Januari lalu, dan lonjakan luar biasa penderita penyakit ini dalam pekan pertama dan kedua bulan ini. Sebanyak 28 desa dinyatakan endemis, dan kawasan kota yang mendominasi.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK Jepara drg Kusnarto MKes, Jumat (9/2) mengatakan setelah ditemukan 167 kasus DBD dan 3 tersangka, dengan dua korban meninggal dunia pada Januari 2007, pada Februari ini penderitanya melonjak tajam.

Jika pada tiga hari awal Februari ditemukan 70 kasus, maka dalam tujuh hari terakhir terdapat tambahan 76 kasus dan 15 terduga. Sehingga total penderita pada Januari dan memasuki pekan kedua Februari ini terdapat 243 kasus dengan 18 terduga.

''Peningkatan yang luar biasa, terutama pada pekan pertama dan memasuki pekan kedua. Sehingga pemkab menetapkan ini sebagai KLB. Ini hanya data yang dilaporkan. Sangat mungkin ada penderita yang belum diketahui, karena belum berobat,'' kata Kusnarto.

Dari jumlah kasus itu, paling banyak di Kecamatan Kota. Dari 16 desa/kelurahan di Kecamatan Kota, sebanyak 14 desa/kota merupakan kawasan endemis (tiap tahun rutin ditemukan penderita). Sedangkan dua lainnya masuk kategori sporadis (kadang ditemukan kasus, kadang tidak). Selain kota, dua kecamatan yang banyak ditemukan penderita pada saat ini adalah Kecamatan Tahunan dan Mlonggo.

Persentase penderitanya, dari kalangan usia di bawah lima tahun (balita) sekitar 15 persen, anak-anak (usia 6-15 tahun) 65 persen, dan selebihnya kalangan dewasa.

Kusnarto menjelaskan, DKK telah memberikan edaran ke setiap camat, puskesmas, dan pusat-pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk ikut mengantisipasi mewabahnya DBD.

Selain langkah pencegahan dengan gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan 3 M (menutup tempat air, menguras bak air, dan mengubur barang bekas tak terpakai), langkah pengasapan (fogging) di kawasan yang banyak penderita juga mulai dilakukan.

''Di kawasan sekitar permukiman penderita langsung diasapi,'' katanya.

Sampai dengan Jumat kemarin, di Kecamatan Bangsri dilakukan fogging di 17 fokus meliputi 935 rumah, di Kota 10 fokus (550 rumah), tahunan dan Mlonggo masing-masing lima fokus (700 rumah). Sedangkan DKK sendiri mendukung dengan mengasapi 825 rumah di 15 fokus. Keseluruhan ada 52 fokus kawasan endemis meliputi 2.860 rumah yang telah diasapi.

''Tiap puskemas kami bekali dua alat fogging. Namun yang terpenting adalah kesadaran masing-masing warga untuk melakukan gerakan PSN dan 3 M,'' lanjut dia dengan menambahkan pada Februari ini upaya pencegahan akan makin ditingkat intensitasnya. (H15-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA