logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 SEMARANG
Line

Disnakan Vaksin Unggas di Wonorejo

  • Merespons Kasus Suspect Flu Burung

UNGARAN - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Semarang memvaksin unggas dan menyemprot kandang di Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jumat (9/ 2).

Ini dilakukan menyusul adanya laporan bahwa Arsa Qoirul Latifa (14) warga RT 03/ RW I, Desa Wonorejo yang disebut-sebut suspect flu burung.

''Kami bersama Camat turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran dugaan virus tersebut. Senin (5/ 2) memang Arsa sempat pusing dan sesak napas namun setelah diobati di RSU Ungaran sembuh,'' terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan dokter hewan Bambang Sutrisno, Jumat (9/ 2). Sehari kemudian Arsa kembali sesak napas dan dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Selasa (6/ 2) Disnakan mendapat laporan kekhawatiran warga akan munculnya virus Avian Influenza (AI). Tim survei AI segera meluncur ke lokasi.

''Arsa tinggal bersama kakeknya, Sulimin, yang memelihara 12 ekor ayam. Dua bulan lalu mati lima ekor,'' jelas Bambang. Tetangga Sulimin, Rusmiyanto juga memelihara lima ekor bebek dan dua bulan lalu mati tiga ekor.

Tim Participatory Desease Surveillance (PDS) dan Participatory Desease Respon (PDR) Disnakan juga melakukan uji sampel lendir dan kloaka unggas dengan rapid kit tes. ''Hasilnya negatif AI. Saya mendengar kondisi Arsa sudah membaik,'' terangnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan dokter Ani Raharjo MPMM mengatakan, pihaknya mendapat laporan Arsa sudah tidak mengalami sesak napas dan panas lagi. ''Informasinya dia sudah membaik,'' ucap wanita yang kemarin dilantik menjadi Direktur RSU Ungaran ini.

Komitmen Tinggi

Bambang Sutrino lebih lanjut menegaskan, pencegahan dan pemberantasan penyakit unggas membutuhkan komitmen bersama yang tinggi. Beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganan penyakit pada unggas harus ada komitmen dari pengusaha perunggasan serta bidang yang terkait sesuai dengan peran masing-masing.

''Komitmen bersama ini untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produk yang dihasilkan misalnya DOC (anak ayam), pakan atau bahan baku pakan, sarana kesehatan, vaksin, obat, vitamin, desinfektan,'' tuturnya.

Para pengusaha atau peternak harus menjalankan manajemen yang optimal dan sistem pemasaran produk selalu mengacu pada prinsip biosecurity ketat yang dilandasai tanggung jawab yang besar.

''Pos-pos pemerikasaan ternak lebih ditingkatkan peranannya. Tindakan ini dapat menekan seminimal mungkin penyebaran penyakit hewan,'' tegas Bambang. (H14-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA