| Sabtu, 10 Februari 2007 | SEMARANG |
Subterminal Gubug TerbengkelaiGROBOGAN - Empat tahun ini, Subterminal Gubug ditinggalkan pengemudi minibus. Kondisinya menjadi terbengkelai. Banyak sarana di tempat pemberhentian bus ini rusak, termasuk emplasmennya. Dari pantauan di lapangan, Jumat (9/2), kerusakannya hampir merata. Mulai dari gardu pengatur keluar-masuknya bus dan juga tempat pemberhentian. Seperti pada gardu pengatur bus, banyak kaca yang pecah, eternitnya berlubang. Ironisnya lagi di sekitar tempat-tempat itu banyak ditumbuhi ilalang. Kondisi itu diakui Kepala Subterminal, Mungguh. Sejak dia bertugas mengelola terminal, kondisinya tidak banyak berubah. Tidak ada perbaikan maupun penambahan bangunan baru. Agar pemasukan retribusi tetap ada, terpaksa petugas yang harus menarik di pinggir Jalan Raya Semarang-Purwodadi. ''Meski membahayakan anggota, tidak ada cara lain agar tetap bisa mengejar target pemasukan ,'' kata dia. Untuk pemasukan Tahun 2007, subterminal Gubug ditarget Rp 17,2 juta. Mungguh yakin pendapatan itu mampu diraihnya, sebab untuk tahun 2006 pendapatannya melebihi target dari Rp 16,3 juta bisa mendapatkan Rp 16,4 juta. (dky-16) |