| Sabtu, 10 Februari 2007 | SEMARANG |
Dipandang Semrawut, PKL di Alun-alun DitataDEMAK- Pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun Kota Demak semakin menjamur dan terkesan kurang tertata. Mereka tidak hanya berjualan di trotoar lapangan tetapi juga di tepi jalan yang membuat ruas jalan menyempit. Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah warga yang berkunjung ke Masjid Agung. Mukmin (45) warga Pemalang yang ke Demak untuk shalat di masjid peninggalan wali berujar, semestinya mereka ditata sedemikian rupa. Misalnya dengan menempatkan pada satu lokasi khusus dan membangunkan tenda dengan bentuk yang telah ditentukan. ''Kalau yang sekarang terlihat tidak rapi. Bagi orang luar daerah mengesankan kumuh,'' kata Mukmin. Pandangan kumuh juga diakui warga sekitar. Muhammad Arif (34) warga Bintoro mengatakan, penataan PKL di lingkungan alun-alun dan masjid agung merupakan suatu keharusan. Sebab, lokasi itu sebagai wajahnya Kabupaten Demak. Masyarakat luar daerah melihat Kabupaten Demak dari Masjid Agung dan sekitarnya. Jika kondisi di lokasi itu kumuh, tentu akan mengesankan daerah tersebut seperti itu. ''Ini sangat tergantung Pemkab, bagaimana mereka melakukan penataan.'' Dihubungi secara terpisah, Kepala Kantor Satpol PP, Agus Supriyono SH menjelaskan, rencana penataan PKL di alun-alun sedang dalam kajian. Dalam waktu dekat, penataan akan direalisasi. ''Saat ini sedang dikaji konsep penataannya. Artinya, bentuk penataan yang tepat seperti apa. Kalau itu sudah, akan langsung diterapkan,'' terang Agus. (H1-16) |