logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 SEMARANG
Line

Nasabah BMT Amanah Berharap Uangnya Kembali

GROBOGAN - Beberapa nasabah dari Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPS)- Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Amanah mengaku kecewa dan sedih, karena uangnya tidak bisa ditarik kembali.

Tukiman (60) warga Dukuh Lekok, Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan, misalnya. Dia sangat berharap sekali uang Rp 25 juta yang disimpannya di koperasi itu bisa kembali. ''Habis uang itu jerih payah saya berjualan selama ini. Ditambah lagi, separo uang itu hasil penjualan tanah saya. Sekarang saya tidak tahu, uang itu bisa kembali atau tidak,'' kata dia sedih.

Ditemui di rumahnya, Jumat (9/2), Tukiman tak habis pikir uangnya telah hilang. Meski Manajer KSPS-BMT Amanah, Solechan Fauzi telah ditahan, tetap saja tidak bisa menghilangkan gundah hatinya.

''Yang saya sesalkan adalah, mengapa dulu saya jadi ikut nasabahnya. Padahal dulu saya sudah tidak berkenan. Tetapi Manajer Cabang yang tak lain tetangga saya terus merayu saya. Jadinya saya kepincut,'' kata dia yang menyebut nama manajer cabang itu dengan inisial E.

Bagaimana dia tidak terbuai, kalau akan mendapatkan bagi hasil sebesar dua persen dari uang yang disimpannya. Karena itulah, dia rela menyimpan uangnya Rp 25 juta, dengan harapan akan mendapatkan keuntungan Rp 500 ribu tiap bulannya.

Diceritakannya, pada pertengahan tahun 2002, Tukiman bergabung menjadi nasabah lembaga keuangan itu. Dengan gelontoran uangnya itu, setiap bulan jumlah saldo tabungannya selalu terisi Rp 500 ribu. ''Dengan besarnya keuntungan tiap bulannya itu, saya hitung-hitung sampai 4 tahun lebih 2 bulan bisa mendapatkan lagi Rp 25 juta,'' harap dia saat itu.

Setelah setahun berjalan lancar, tahun berikutnya mulai dirasakan sulitnya menarik uangnya. Waktu itu dia mau menarik Rp 5 juta, tetapi dari pihak KSPS Amanah beralasan sedang dalam proses. Jawaban-jawaban itulah yang selalu didapatkannya. Sampai pada akhirnya ada berita kalau koperasi itu gulung tikar.

''Pada 20 Juni 2006 ada surat pernyataan dari Solechan (Manajer-Red), kalau deposito saya akan kembali 100 %. Tapi sampai akhir tahun 2006 uang itu tak pernah saya dapatkan,'' ungkapnya.

Ny Solihin, nasabah lainnya juga demikian. Meski uang simpanannya tidak terlalu besar, tetap saja untuk menarik Rp 1,5 juta melalui perjuangan panjang. ''Saya kecewa sekali. Uang saya tidak hanya di Amanah saja, di KSP Setya Mandiri juga banyak. Dan sekarang manajernya melarikan diri,'' katanya. (dky-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA