| Sabtu, 10 Februari 2007 | SEMARANG |
SPG dan Polwan Turun ke JalanSEMARANG- Satlantas Polres Semarang Barat, Kamis (8/2) sekitar pukul 07.00 kembali menggelar program sosialisasi light on dan jalur kiri, di depan Terminal Mangkang Jl Raya Semarang-Kendal. Dalam sosialisasi tersebut, polisi menggandeng sejumlah karyawan PT Astra Internasional. Kali ini, puluhan Polwan dan SPG turun ke jalan mengajak masyarakat pengguna kendaraan roda dua menyalakan lampu di siang hari serta menggunakan lajur kiri (kanalisasi). Sembari membawa beberapa papan bertuliskan "pengendara motor nyalakan lampu hindari kecelakaan" dan "gunakan lajur kiri", beberapa di antaranya membagi-bagikan selebaran berisi ajakan untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Sosialisasi yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Semarang Mahfudz Ali itu merupakan rangkaian program keamanan ketertiban dan kelancaran berlalu lintas (Kamtimcarlantas). Menurut Kasatlantas Polres Semarang Barat, AKP Restiana Pasaribu, penerapan light on dan kanalisasi tersebut untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Sebatas Imbauan Dalam analisa dan evaluasi tahun 2006 yang dilakukan Polda, jumlah kecelakaan sebanyak 16.500. Dari angka itu, 12.450 atau 78 % disebabkan kecelakaan sepeda motor. "Kami berharap dengan sosialisasi semacam ini bisa menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas," kata Restiana di sela-sela acara. Dalam sosialisasi yang berlangsung selama dua setengah jam lebih itu, penerapan kebijakan tersebut masih sebatas imbauan. Bagi pengguna jalan raya yang kedapatan tak menyalakan lampu, polisi hanya menegur. Tak ada sanksi yang diberikan bagi pelanggar. "Kebijakan ini memang masih sebatas imbauan," katanya. Menurut dia, sosialisasi akan rutin digelar di beberapa tempat yang masuk dalam wilayah hukum Polres Semarang Barat. Tujuannya untuk memberikan prioritas perlindungan keselamatan pengendara sepeda motor. Kasatlantas menjelaskan, tugas dan tanggung jawab ketertiban berlalu lintas tidak saja diemban polisi. Masyarakat juga mempunyai peran yang tak kalah penting untuk terciptanya ketertiban di jalan raya. "Itukan tugas bersama. Semua lapisan masyarakat harus berperan aktif di dalamnya. Kalau hanya polisi saja, ya akan terasa berat." (H21,D12-18) |