logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 SEMARANG
Line

LIPUTAN SALATIGA

Wali Kota Totok Mintarto Meninggal

  • Jenazah Dilepas Wakil Gubernur

SALATIGA- Wali Kota Salatiga H Totok Mintarto meninggal dunia Jumat (9/2) dinihari, sekitar pukul 03.30 di RS Kariadi Semarang.

Totok tutup usia setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan di rumah sakit itu, akibat penyakit lever yang dideritanya. Sehari sebelumnya Kamis (8/2) siang sekitar pukul 14.00, kesehatan Totok kritis. Sejumlah pejabat Pemkot Salatiga, anggota DPRD, dan Muspida, Kamis (8/2) siang, menjenguk Totok di ruang ICU RS Kariadi.

Meninggalnya Totok disampaikan kepada wartawan oleh beberapa tokoh dan pejabat yang menunggu di rumah sakit. Keterangan resmi meninggalnya Wali Kota baru disampaikan beberapa menit kemudian oleh Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Pemkot Salatiga Drs Petrus Resi MSi.

Almarhum kemudian diberangkatkan dari RS Kariadi menuju Salatiga pukul 07.30 dan langsung disemayamkan di Rumah Dinas Jalan Diponegoro.

Sejumlah pejabat, tamu, kerabat, dan tokoh masyarakat Salatiga sejak pagi hari, berdatangan di rumah dinas yang berada di pusat kota Salatiga itu. Puluhan karangan bunga dan ratusan warga ikut berdesakan di pinggir pagar rumah dinas melayat orang nomor satu di Salatiga itu.

Di hampir setiap rumah warga juga dipasang bendera setengah tiang sebagai tanda berduka. Mobil penerangan Kantor Inkom Pemkot pun berkeliling kota mengumumkan kabar duka meninggalnya Wali Kota. Bapak kelahiran Cepu 29 November 1950 ini, meninggalkan seorang istri Ny Devi Herlina dan enam orang anak.

Setelah disemayamkan di rumah dinas, digelar upacara pemberangkatan almarhum yang dipimpin Wakil Gubernur Jateng Drs H Ali Mufiz MPA.

Sejumlah Bupati dan Wali Kota dari beberapa daerah lainnya hadir saat keberangkatan jenazah ke Ngawi, Jatim, pukul 14.00. Pemakaman dilaksanakan di Ngawi karena merupakan daerah asal keluarga besar dan orang tua Totok Mintarto.

Jenazah kemudian sempat disemayamkan di rumah orang tuanya di Jalan Diponegoro Gang Pelem 3 Desa Pendem, Kecamatan Ngawi Kota, Kabupaten Ngawi.

Kemudian dikebumikan di pemakaman setempat tidak jauh dari Kantor Kelurahan Pelem. Ratusan warga telah menunggu kedatangan jenazah yang tiba bersama rombongan dari Salatiga. (H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA