| Sabtu, 10 Februari 2007 | SEMARANG |
Manfaatkan Musibah LapindoSOAL penampilan, orang Jawa bilang ngenomi, meski sekarang sudah berusia 52 tahun. Rambutnya memang agak gondrong dan wajahnya mirip penyanyi pop era 80-an, Tommy J Pisa. Itulah, Drs Bambang Subekti MM, General Manager (GM) PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas yang baru. Tentunya, bukan soal itu yang menjadikan kariernya menanjak. Kerja keras, kecerdasan dan kepiawaian membuat dia ditunjuk jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia III Pusat di Surabaya sebagai orang nomor satu di Pelabuhan Kelas I, Tanjung Emas Semarang. Rupanya, pilihan tersebut tidak salah. Lihat saja, bagaimana dia mampu memenuhi target pemasukan saat menjabat sebagai GM PT (Persero) Pelabuhan III Cabang Tanjung Intan Cilacap. Dari target tahap I, Rp 28 miliar yang dibebankan, ternyata dia memberikan pemasukan melebihi target, yaitu Rp 30 miliar. Sedangkan target tahap II sebesar Rp 32 miliar, dia juga mampu merealisasikan sebesar Rp 43 miliar. ''Keuntungan itu, kami peroleh dari mengelola pelabuhan sesuai dengan tuntutan direksi agar kapal-kapal minyak dan batu bara melakukan kegiatan di Pelabuhan Tanjung Intan,'' tutur pria kelahiran Surabaya, 26 Agustus 1955 ini. Bambang Subekti dilantik untuk menggantikan pejabat lama, Achmad Baroto, yang kini dipercaya sebagai GM pelabuhan kelas utama, PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Surabaya. Bambang yang juga suami dari Endang Sriwiryati itu, akan meneruskan program dari pejabat lama. Namun sebelumnya, dia akan mempelajari irama kinerja di lingkungan pelabuhan. ''Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap dan Tanjung Emas Semarang, jelas berbeda karakternya. Pengelolaan tentu akan ditingkatkan pada potensi yang sudah ada, seperti di Pelra, pengiriman barang melalui kontainer antarpulau dan petikemas konvensional,'' katanya. Ditambahkannya, Pelabuhan Tanjung Emas memiliki peluang besar, seiring mencuatnya musibah Lapindo di Sidoarjo. Sebab, banyak industri yang terhambat karena luapan lumpur itu. Karena itu, pihaknya bersiap-siap menyediakan fasilitas yang lebih baik untuk investor dari Surabaya yang ingin pindah ke Semarang. ''Arus barang dari Pasuruan dan Probolinggo terhambat karena jalur darat di Sidoarjo terputus. Pelabuhan Tanjung Emas siap menampung mereka. Karena itu, penyediaan fasilitas kepelabuhanan perlu kami tingkatkan,'' paparnya. (Karyadi-56) |