| Sabtu, 10 Februari 2007 | KEDU & DIY |
Matinya Ayam Positif Terserang Flu BurungTEMANGGUNG- Kematian mendadak sejumlah ayam buras milik Suwandi, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Selopampang, Temanggung, yang dilaporkan ke Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Kabupaten Temanggung, Senin (5/2) lalu, positif karena diserang virus flu burung (avian influenza/AI). ''Petugas kami telah melakukan uji cepat flu burung (rapid kit test) pada bangkai ayam tersebut, ternyata hasilnya menunjukkan kematian ayam itu karena virus flu burung,''kata Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Pemkab Temanggung, Martias Rusli, di kantornya, kemarin. Menurut dia, kematian ayam milik Suwandi yang di kandang di samping rumahnya tersebut, sebetulnya telah terjadi sejak Sabtu (3/2) lalu. Kemudian bertambah lagi pada Minggu (4/2) dan Senin (5/2), sehingga dari jumlah 12 ekor keseluruhan ayam peliharaannya, yang mati 8 ekor. ''Empat ekor ayam yang masih hidup, lalu dijualnya,''ujar dia. Sedangkan bangkai ayam itu, oleh pemiliknya sebagian telah dibuang ke sungai, dan yang lain lagi telah dikubur. Bangkai ayam yang telah dikubur itulah yang kemudian diambil guna dilakukan uji cepat flu burung. Dikubur Dikatakan, pihaknya sebetulnya telah berulang-ulang menyosialisasikan agar ayam yang mati karena terserang virus atau penyakit lain agar dikubur. Sebab, jika dibuang sembarangan, termasuk di sungai, dapat menyebabkan virus yang terkandung dalam tubuh ayam menyebar ke mana-mana. Sedangkan, menindaklanjuti uji cepat flu burung yang hasilnya positif tersebut, pihaknya kemarin melakukan berbagai upaya pencegahan, agar virus itu tidak makin meluas. Antara lain dengan melakukan vaksinasi pada ayam, dan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang unggas milik para warga Desa Kebonagung. ''Penyemprotan juga kami lakukan pada tempat penjualan unggas di Pasar Selopampang,''tambahnya. Di samping itu, karena kemarin bersamaan dengan kegiatan konferensi kepala desa di Kantor Kecamatan Selopampang, instansinya juga mengadakan sosialisasi tentang flu burung ini kepada para kades. Diharapakan, sosialisasi ini dapat diteruskan kepada para warganya, sehingga bisa melakukan antisipasi terhadap flu burung. ''Kami juga merencanakan membentuk kader vaksinator di tingkat desa, yang beranggotakan 5 hingga 10 sukarelawan,''tuturnya. Dengan adanya kasus flu burung yang menyerang ayam di Kecamatan Selopampang ini, maka di Kabupaten Temanggung kini ada 4 kecamatan yang ayam milik warganya telah positif terkena flu burung. Sebelumnya ada tiga kecamatan yang lain, yaitu Temanggung, Kaloran dan Kranggan.(H24-39) |