| Sabtu, 10 Februari 2007 | KEDU & DIY |
Ketertiban Transportasi Masih RendahYOGYAKARTA-Guru besar Fakultas Teknik UGM Prof Dr-Ing Ir Ahmad Munawar MSc mengemukakan, dari 256.951 kilometer total panjang jaringan jalan di Indonesia, separohnya berada dalam keadaan rusak yaitu ada yang dalam keadaan rusak ringan tetapi banyak juga dalam keadaan rusak berat. Hal itu dikatakan oleh dosen kelompok bidang keahlian transportasi Jurusan Teknik Sipil FT UGM tersebut, ketika menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar dalam rapat terbuka Majelis Guru Besar (MGB) UGM yang dipimpin oleh ketuanya Prof Dr Ir Boma Wikantiyoso MSc, yang dihadiri pula oleh sejumlah tamu undangan, di Balai Senat kampus Bulaksumur, Rabu (7/2). Menurut Prof Ahmad, program pemeliharaan dan peningkatan untuk menekan angka kerusakan sampai dengan 0 persen, 21 persen dan 50 persen masing-masing untuk jalan nasional, provinsi dan kabupetan pada tahun anggaran 1999/2000 saja telah menghabiskan sekitar Rp 5,6 triliun. Itu pun hanya menurunkan tingkat kerusakan total jaringan dari 50 persen ke 42 persen. Peringkat Atas Selain itu, dikatakan oleh Koordinator Sured (sustainable resource development) South East Asia and China German Alumni Network untuk Indonesia tersebut, ketertiban transportasi di Indonesia masih sangat rendah. Tingkat kecelakaan, kematian akibat kecelakaan dan pelanggaran lalulintas yang tinggi, bahkan menduduki peringkat atas di dunia. Data statistik kecelakaan transportasi sepanjang tahun 2006 yang dikeluarkan Dephub menyebutkan pada angkutan kereta api tercatat sebanyak 79 kasus yang menelan korban meninggal 50 orang. Kecelakan di jalan raya lebih fatal lagi yaitu yang meninggal selama 2006 sebanyak 11.619 orang. (P12-39) |