logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 KEDU & DIY
Line

Pesanan Kue Ranjang Mulai Ramai

YOGYAKARTA - Hujan sudah turun nyaris tiap hari. Konon, itu tandanya mendekati Tahun Baru China atau dikenal Imlek. Bahkan pada hari H nanti, hujan biasanya turun dengan derasnya. Kalau tak hujan, rezeki bakal seret. Begitu kepercayaan masyarakat etnis tersebut selama ini.

''Yang jelas, pesanan kue ranjang sudah mulai ramai, tiap hari kami produksi untuk memenuhi pesanan dari berbagai daerah tak hanya Yogyakarta,'' tutur seorang pembuat kue ranjang, Sulistyowati di Tukangan, Yogyakarta.

Sudah bertahun-tahun dia menjalani hidup sebagai pebuat kue khas Imlek tersebut. Wajar kalau namanya tak hanya di kenal di sini tapi juga di kota lain seperti Magelang, Solo, Purworejo, Kebumen dan daerah lain di Jawa Tengah. Setiap menjelang tahun baru, dia bekerja keras bersama pekerjanya memenuhi pesanan.

''Nanti mendekati Imlek pesanan bakal mbludak, makanya sekarang dibuat dulu supaya besok nggak kewalahan,'' kata wanita tersebut.

Usaha rumahan itu ditekuninya sejak tahun 1970-an. Jauh sebelumnya, ayahnya juga sudah membuat kue ranjang. Leluhurnya, juga sudah membuat kue pada tahun 1930-an, jadi bisa dikatakan usaha warisan alias turun temurun.

Tahan Lama

Makanan nyaris mirip dodol dan sangat manis itu menurut pembuatnya mampu bertahan lama, berbulan-bulan bahkan ada yang tahan sampai 1 tahun. Ketahanannya karena proses pembuatan juga memerlukan waktu serta bahan-bahan yang memang berkualitas.

''Memasaknya juga harus benar-benar matang agar tak basi dan bisa tahan lama banget, jangankan 1-2 minggu, bulanan saja nggak apa-apa,'' ujar Sulistyowati.

Diceritakannya, agar tahan lama, adonan beras ketan dan gula diendapkan selama satu hari. Setelah itu baru dikukus selama 8 jam dan tak boleh dibuka-buka. Pasalnya, begitu ada gangguan sedikit saja, kualitas kue tak bisa bagus. Perlu dua hari agar kue ranjang layak dikonsumsi dan kuat berbulan-bulan.

''Harganya ya menyesuaikan bahan dasar, sekarang satu kue ranjang ukuran kecil Rp 7.000, kalau yang besar bisa sampai Rp 75.000,'' jelasnya.(D19-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA