| Sabtu, 10 Februari 2007 | INTERNASIONAL |
Jamuan Supermewah Rp 260 Juta Per OrangBANGKOK - Santapan makan malam seharga 29.000 dolar AS (Rp 260 juta) per orang akan digelar di Bangkok Sabtu ini. Tentu saja hanya orang berharta yang mampu menghadiri jamuan itu. Namun, kabar tentang jamuan itu membuat sebagian warga Thailand merasa jengkel. Sebanyak 15 hartawan yang bergerak di bisnis real estate, kasino, dan perkapalan sudah memesan tempat untuk jamuan makan malam resmi itu. Tiket jamuan itu seharga satu juta baht (Rp 260 juta), belum termasuk pajak dan tip layanan sebesar 17 persen. "Betul-betul pemborosan uang," kata Sommai Promjam, penjual es krim yang sehari-hari mangkal di dekat gedung State Tower tempat acara jamuan itu akan dilangsungkan. "Kita bisa membeli rumah mewah dengan uang sebanyak itu." Menurut penyelenggara, jamuan bertajuk "Epicurean Masters of the World II" dirancang untuk mempromosikan Thailand sebagai salah satu tujuan wisata bagi orang-orang superkaya. Keuntungan dari acara itu akan disumbangkan untuk amal. Penyelenggara tidak bersedia mengungkap identitas para tamu. Tiga koki bintang dari Prancis, Jerman, dan Italia serta beberapa botol anggur terbaik di dunia khusus didatangkan untuk jamuan itu. Jamuan dengan 11 menu hidangan itu akan berlangsung di atap restoran Mezzaluna yang berarsitektur neoklasik. Namun, warga setempat berpendapat jamuan itu sangat terlalu mahal. Mereka mengatakan, setiap orang tahu bahwa makanan paling enak di Thailand hanya seharga 30 baht. Makanan enak bisa dinikmati di warung-warung kaki lima. "Buat saya sama saja. Ayam ya tetap ayam, babi ya tetap babi. Mereka menghidangkan lobster, kami punya udang," kata Pornpilai Chareonsimaporn, pemilik warung makan kaki lima di dekat State Tower. "Mereka membayar lebih cuma untuk hiasan meja," kata dia, seraya menuang kari bercabe hijau ke atas sepiring nasi. Menjual Pengalaman Manajer Mezzaluna Deepak Ohri berkilah, menu ala Eropa itu tidak bisa diperbandingkan dari soal harga. "Kami tidak menjual hidangan. Kami menjual pengalaman total. Kita tidak bisa menilai pengalaman dengan uang," kata dia. Meski demikian, warga setempat tetap saja tidak senang dengan acara jamuan makan malam itu, terutama karena acara itu sangat bertentangan dengan filosofi hidup sederhana sebagaimana dianjurkan Raja Bhumibol Adulyadej. Untuk menangkis kecaman itu, Ohri mengatakan seluruh keuntungan akan disumbangkan untuk Medicins Sans Frontieres dan Yayasan Chaipattana, sebuah lembaga amal yang didirikan raja. Menu supermewah itu antara lain Creme brulee of foie gras dengan kacang Tonga ditemani anggur Louis Roederer Cristal 1990, Tartar sapi Kobe beef dengan kaviar Imperial Beluga dan Belon oyster plus anggur Krug Clos du Mesnil, lobster "Osso Bucco" Britanny.(rtr-gn-25) |