logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 EKONOMI
Line

Daya Beli Properti Sulit Terangkat

SEMARANG-Kebijakan perumahan yang ditetapkan oleh pemerintah belum berpihak pada rakyat. Hal itu dapat dilihat belum adanya peninjauan ulang kebijakan dan peraturan tentang rumah sederhana sehat (RSH) yang diterbitkan sejak 2004. Padahal, Oktober 2005 pemerintah menaikkan harga BBM hingga 130% yang berdampak langsung pada bisnis properti.

Hal itu dikatakan oleh Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jateng, Ir H Sudjadi, saat membuka pameran perumahan Ekspo REI I/2007 di Mal Ciputra, Jumat (9/2). Pameran akan berlangsung 9-20 Februari 2007.

Dia menuturkan, daya beli masyarakat yang rendah akibat dampak kenaikan harga BBM dan kebutuhan bahan pokok saat ini benar-benar terjadi dan dirasakan oleh seluruh pengembang di Jateng.

Kondisi itu tentu saja tidak menggembirakan bagi pengembang dan bisnis properti secara keseluruhan karena bagaimanapun pasar tidak akan bergerak tanpa adanya konsumen yang membeli rumah. "Setelah kami (pengurus DPD REI Jateng -red) berkeliling di Tegal, Pekalongan, dan Banyumas, permasalahan yang timbul dalam pasar properti tetap itu-itu saja yaitu daya beli masyarakat yang rendah," tuturnya.

Kebutuhan Pasar

Oleh karena itu, dia berharap, pemerintah segera merealisasikan kebijakan-kebijakan yang memberikan kemudahan sekaligus mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Misalnya, melalui peningkatan subsidi untuk ketiga golongan konsumen RSH.

Ketua DPP REI, H Djoko Slamet Utomo, mengungkapkan, perkembangan bisnis perumahan di Semarang tidak bisa secepat di Jakarta. Penyebabnya, harga jual rumah kelas menengah atas di Semarang sama dengan di Jakarta. Padahal, rata-rata pendapatan masyarakat kelas menengah atas di Jakarta jauh lebih tinggi dari Semarang.

"Para pengembang hendaknya membangun rumah sesuai dengan kebutuhan pasar bukan berdasarkan harga pokok penjualan. Pembangunan perumahan tergantung pada 3 aspek yaitu ekonomi, geologi, dan sosial," tuturnya.

Ketua panitia pameran, Djoko Santoso, menargetkan pameran dapat membukukan transaksi paling tidak sama dengan hasil akhir penjualan Ekspo REI IV/2006 sebesar 120 unit.

Dari 23 pengembang yang ikut serta, ada 3 pengembang yang menawarkan rumah dengan harga di bawah Rp 50 juta. "Dengan harga itu berarti tetap ada peserta yang menjual RSH," ujarnya.(H10-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA