logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 EKONOMI
Line

Bulog Didesak Segera Beli Gabah Petani

SEMARANG- Gubernur Mardiyanto mendesak Bulog segera melakukan pembelian gabah petani, terutama dari petani di wilayah Jateng yang memasuki musim panen raya awal tahun ini.

Pagu pengadaan beras tahun 2007 yang harus dipenuhi Bulog sebesar 310 ribu ton atau 6,09 % dari sasaran produksi Jateng sebanyak 5,1 juta ton beras.

"Saya minta Bulog segera membeli gabah petani karena awal tahun ini ada yang mulai panen raya. Alasan klasik seperti dana pembelian belum turun, jangan ada lagi," kata Mardiyanto, kemarin.

Gubernur juga mendesak agar Bulog meningkatkan pembelian, sehingga tidak hanya sekadar memenuhi target 310 ribu ton. Selain itu, bupati/wali kota diminta memonitor stok beras di Dolog wilayah masing-masing, sehingga jika persediaan menipis, setiap gudang Dolog yang telah dilengkapi pengering dan penggiling bisa dimanfaatkan.

Produksi Padi

Pada tahun ini, sasaran produksi sebagai upaya peningkatan produksi padi di Jateng sebesar 9,1 juta ton gabah kering giling. Sasaran itu akan ditingkatkan 5 % setiap tahunnya. Untuk mencapai sasaran tersebut, akan dilakukan program aksi peningkatan produksi padi yang melibatkan dukungan dari semua unsur terkait.

Pemprov sudah menyalurkan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) untuk 29 kabupaten sejumlah Rp 52 miliar. Pengucuran dana itu merupakan perjanjian kerja sama antara pemprov dan pemkab sebagai upaya stabilitasi harga pangan, yang meliputi gabah /beras, jagung, dan kedelai. Perjanjian kerja sama itu dengan ketentuan harus mengembalikan ke pemprov paling akhir 15 Desember 2007.

Dengan adanya kucuran dana tersebut, diharapkan para bupati dapat menyerap gabah petani jika harga gabah mengalami penurunan.

DPM-LUEP, kata Gubernur, merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Departemen Pertanian dalam rangka stabilisasi harga gabah terutama pada saat panen raya. (G17-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA