logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Februari 2007 BANYUMAS
Line

Gubernur: Plawangan Barat Harus Dikeruk

CILACAP - Gubernur H Mardiyanto terkejut ketika melihat dari dekat kondisi Plawangan Barat. Sebab, plawangan (pintu keluar masuk) yang dahulu selebar 450 meter itu kini hanya tinggal sekitar 60 meter.

"Saya sengaja datang ke sini hanya untuk melihat kondisi Plawangan Barat. Ternyata kondisinya benar-benar memprihatinkan. Kalau dahulu lebarnya 450 meter, sekarang hanya tinggal 60 meter akibat sedimentasi yang begitu cepat."

Demikian Gubernur H Mardiyanto ketika ditemui wartawan seusai meninjau Plawangan Barat, kemarin. Peninjauan tersebut dilakukan secara diam-diam.

"Saya sengaja ke sini diam-diam karena tidak ingin merepotkan. Saya hanya ingin melihat kondisi Plawangan Barat," katanya.

Saat itu, banyak pejabat Pemkab Cilacap yang tak tahu ada kunjungan Gubernur. Namun ada beberapa yang datang ke Dermaga Lomanis untuk menemui Gubernur, sepulang dari Plawangan Barat.

Di antaranya, Asisten Sekda Ir A Prie Leo Triasto, Kepala Bappeda Drs Adjar Mugiono MM, Kepala Badan Kesbanglinmas Drs H Yayan Rusyawan Effendi MM, dan Kepala Dinas Perhubungan Drs H Muchsin SM MM.

Kepala Badan Pengelola Kawasan Segara Anakan (BPKSA) H Djumadi SE mendampingi Gubernur H Madiyanto bersama rombongan ke Plawangan Barat.

Pengerukan

Lebih jauh Mardiyanto mengatakan, masalah sedimentasi di Plawangan Barat harus segera ditangani. Untuk itu, permasalahan tersebut akan dibawa dan dibahas bersama Mendagri.

"Program jangka pendek yang harus dilakukan adalah pengerukan muara dan alur pelayaran. Saya tidak mau mengatakan target, tapi hal itu merupakan program jangka pendek," katanya.

Kepala BPKSA H Djumadi mengatakan, Gubernur H Mardiyanto memang tak menginginkan kunjungannya ke Plawangan Barat diikuti banyak pejabat. Karena itu, dia hanya menghubungi pejabat tertentu di Cilacap.

Ketika melihat Plawangan Barat, lanjut dia, Gubernur tampak terkejut melihat kenyataan yang dilihatnya. Ternyata, perairan di plawangan itu sudah berubah menjadi daratan.

"Saat itu saya menyampaikan apa adanya kepada Pak Gubernur, dahulu ketika Pak Gubernur ke Segara Anakan lebar Plawangan Barat masih 450 meter, tapi sekarang hanya tinggal 60 meter. Sebab, sudah berubah menjadi daratan," jelasnya.

Menurut Djumadi, Gubernur berharap permasalahan tersebut segera direspons Mendagri dan ditindaklanjuti dengan upaya pengerukan. Kalau tidak segera dikeruk, salinitas air di Segara Anakan akan terganggu.

Seandainya salinitas air di laguna itu terganggu, ribuan biota laut akan kehilangan habitatnya untuk berpijah, dan Itu berarti ancaman bagi kehidupan nelayan setempat. (ag-71)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA