logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Februari 2007 BANYUMAS
Line

Harga Kayu Turun, Karyawan Diliburkan

BANJARNEGARA-Tiga bulan terakhir ini usah penggergajian kayu lesu. Pasaran kayu jenis albasia anjlok hingga harga yang terendah. Terutama kayu yang berdiameter 10 - 19 cm. ''Itu diperparah oleh penurunan permintaan kayu albasia olahan dari pabrik. Akibatnya, kami terpaksa mengurangi volume pengiriman,'' kata Hajar, pengusaha kayu di Rakitan, Kecamatan Madukara.

Pesanan kayu dari pabrik di Magelang, Gombong, dan juga Temanggung, saat ini sudah dibatasi. Padahal, sebelumnya berapa pun volume pengiriman tetap diterima.

''Kini setiap pemasok kayu albasia olahan mendapat jatah satu rit atau satu truk, sehingga kami tak bisa mengirim setiap saat,'' katanya.

Harga kayu albasia berdiameter 10 - 14 cm yang sebelumnya pada kisaran Rp 305.000 per meter kubik, kini hanya Rp 220.000 per meter kubik. Kayu berdiameter 15 - 19 cm hanya mampu menembus kisaran harga Rp 280.000 hingga Rp 300.000 per meter kubik. Padahal, sebelumnya kayu ukuran tersebut dihargai Rp 370.000 per meter kubik.

Pasokan Sedikit

Harga kayu albasia yang berdiameter di atas 20 cm masih stabil. Yakni pada kisaran Rp 450.000 hingga Rp 480.000 per meter kubik.

''Petani juga ikut-ikutan menahan diri dengan tidak menjual kayu lebih dahulu, karena harga jelek. Akibatnya, pasokan kayu bagi penggergajian makin sedikit,'' kata Bambang PS, pengusaha kayu glondong asal Wanadadi.

Dampak lainnya, banyak pengusaha yang terpaksa meliburkan karyawan, karena harga kayu yang rendah dan pasokan yang sedikit. Kerugian mereka sejak beberapa bulan lalu mencapai 30%. Sebab, dulu kayu dibeli pada saat harga masih tinggi, tapi setelah diolah malah harga turun. Otomatis mereka tak bisa menghindari kerugian tersebut. (H25-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA