logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 SALA
Line

Mayat Bayi Ditemukan di Bus

SOLO - Awak bus Gaya Putra jurusan Matesih-Solo siang kemarin dikagetkan oleh bungkusan plastik berisi mayat bayi laki-laki. Bungkusan itu diletakkan di bawah kursi nomor tiga dari belakang sisi kanan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Poltabes Surakarta.

Kali pertama bungkusan itu dilihat oleh Sriyono (30) kondektur bus. Pria warga di Desa Ketangan RT 01 RW 01 Pablengan, Matesih, Karanganyar itu sejak awal sudah curiga.

Ia melihat bungkusan plastik warna hitam di bawah kursi saat bus berhenti untuk mencari penumpang di Karanganyar Kota.

Terbungkus Plastik

Sampai di Terminal Tirtonadi Solo bungkusan plastik itu masih tergeletak di tempatnya, padahal seluruh penumpang sudah turun.

"Saya lalu melapor pada Pak Petrus sopir bus," tuturnya.

Kernet Agus Subandi (24) juga diberitahu soal bungkusan itu. Mereka lalu memutuskan untuk memeriksa barang mencurigakan itu. Saat dibuka terlihat kaki bayi menjulur keluar. Mereka terkejut dan tidak berani membuka bungkusan itu lebih lebar.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada polisi di terminal yang diteruskan ke Poltabes Surakarta. Tak lama petugas datang dan membawa bungkusan ke pos polisi terminal.

Di pos polisi bungkusan itu dibongkar. Isinya mayat bayi laki-laki yang diduga belum lama dilahirkan karena plasentanya masih melekat di pusar.

Bayi dengan panjang 47 cm dan berat 3,2 kg itu masih berlendir. Ada tanah menempel di kulit bayi malang tersebut.

Tubuh bayi itu dibungkus tas plastik hitam kemudian dibalut dengan karung goni dan dilapisi lagi dengan tas plastik hitam.

Petugas membawa mayat bayi itu ke RS Dr Moewardi untuk divisum. Kepada petugas awak bus gaya Putra menyatakan tidak tahu siapa penumpang yang meninggalkan bungkusan berisi mayat bayi itu.

"Soalnya penumpang ramai. Jadi kami tidak memperhatikan siapa yang meletakkan," jelas Agus Subandi, kernet bus.

Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto melalui Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) Ipda Suprihadi mengatakan berdasarkan pemeriksaan dokter diduga bayi itu baru berusia sehari.

"Kemungkinan hasil hubungan gelap dan tidak diinginkan oleh orang tuanya. Kami masih menyelidiki kasus ituini," ujarnya. (fan-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA