logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 SALA
Line

Diknas Siapkan Dana Rp 2 Miliar

  • Renovasi SD Rusak

BOYOLALI - Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) menyiapkan dana Rp 2 miliar untuk renovasi gedung SD yang rusak. Selain APBD, sokongan dana diharapkan datang dari Pemprov dan Pemerintah Pusat.

''Namun, berapa jumlahnya kami belum tahu. Yang jelas, kami sudah menyiapkan dana pendamping,'' ungkap Kepala Diknas Drs Djoko Murdiono MM.

Ditemui di sela-sela sidak Komisi IV DPRD di sejumlah SD Kecamatan Klego akhir pekan lalu, dia mengatakan, renovasi bangunan SD rusak masuk dalam prioritas program 2007. Saat ini, Diknas telah membuat data base 150 sekolah yang perlu direnovasi. Data disusun berdasar kondisi sekolah sekaligus urutan prioritas pembangunan.

Diharapkan, Januari, data sudah rampung dan sesuai dengan hasil pengecekan lokasi. Semua kami lakukan agar data benar-benar akurat.''

Sekolah yang kondisi bangunannya parah harus masuk prioritas, sedangkan yang dinilai masih cukup baik akan direnovasi belakangan. Berdasar pendataan awal, dipastikan 50 SD mencakup 150 lokal, rusak parah. SD-SD itu masuk prioritas pertama agar kegiatan pembelajaran tidak terganggu. Untuk renovasi, Diknas juga berkoordinasi dengan komite sekolah.

''Komite sekolah kan lebih mengetahui kebutuhannya, jadi kami akan gandeng mereka. Kami juga berharap, dana Pemprov dan Pemerintah Pusat segera cair.''

Komisi IV mendukung rencana Diknas melakukan renovasi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar. Pasalnya, renovasi tidak bisa ditunda karena kondisi bangunan memang sudah tidak memenuhi syarat. Apalagi musim hujan, atap bangunan bisa runtuh dan membahayakan jiwa siswa dan guru yang mengajar.

''Kami akan mengawal aktif agar renovasi berjalan optimal sesuai dengan ketersediaan dana,'' ujar anggota Komisi IV, Sutomo.

Berdasar pantauan, Komisi Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial tersebut, mayoritas sekolah rusak ada di Boyolali utara.

''Selain di Klego, kondisi bangunan SD di daerah pelosok juga banyak yang memprihatinkan. Seperti di Wonosegoro, Juwangi, Kemusu, Andong, dan Karanggede. Belum lagi sejumlah SD yang rusak akibat gempa di Kecamatan Sawit, Cepogo, dan Selo yang belum tertangani secara tuntas,'' imbuh Ketua Komisi IV Syaifudin Aziz. (G10-72)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA