| Senin, 05 Februari 2007 | MURIA |
Banjir Makin Sengsarakan TempurJEPARA - Hujan deras di lereng Gunung Muria dalam beberapa hari terakhir, makin menyengsarakan warga Desa Tempur, Kecamatan Keling. Setelah jalan vital sepanjang sekitar 100 meter antara Dukuh Glagah dan Dukuh Karangrejo hanyut pada Jumat (2/2), giliran jalan di desa tersebut menuju Desa Medani Kecamatan Cluwak, Pati, Sabtu (3/2) putus. Warga yang tinggal di pinggir Kali Gelis panik hingga Minggu (4/2). Sebanyak 30 kepala keluarga di Dukuh Glagah terpaksa mengungsi dalam tiga hari terakhir. Mereka khawatir hujan deras yang terus mengguyur kawasan lereng gunung tersebut bakal menggelontorkan rumah-rumah mereka. Pantauan Suara Merdeka Sabtu (3/2), jalan yang putus di antara Dukuh Glagah dan Karangrejo kedalamannya mencapai 2,5 meter. Pipa air bersih belum bisa berfungsi, sedangkan listrik padam. Setelah sebagian permukiman milik Mustahal hanyut Jumat lalu, giliran rumah dua warga ikut hilang, Sabtu. Masing-masing milik Nasikun, warga RT 1/RW 4 Dukuh Glagah dan rumah Muslim, warga RT 1/RW 2 Dukuh Petung. Rumah dua warga itu ada di sebelah utara Kali Gelis. Minggu kemarin, rumah dua warga juga nyaris runtuh, masing-masing milik Polah dan Naryo, warga RT 1/ RW 4 Dukuh Glagah. Longsoran Joni, warga setempat mengatakan, warga Dukuh Glagah mengungsi karena sangat khawatir dengan ancaman aliran sungai di samping rumah mereka. ''Di kawasan hulu, sekitar Saptarengga terdapat longsoran dari bukit. Luas retakannya sebelum longsor sekitar 100 meter, dengan jarak dari permukiman hanya 500 meter. Jika hujan lebat, material longsoran itu bisa mengancam Dukuh Glagah,'' katanya. Warga hanya bisa bertakbir dan panik, ketika volume air Kali Gelis meninggi. Arus air keruh yang deras, terus melebarkan luasan Kali Gelis hingga mendekati permukiman. ''Tidak ada cara lain kecuali mengalihkan arus Kali Gelis agak ke utara, ke aliran sungai semula. Sebab saat ini sungai terus melebar. Jalan dibangun pun akan hanyut,'' tambah Joni. Banjir banding di Kali Gelis juga melongsorkan jalan jembatan antara Desa Damarwulan dan Kelet. Jalan hampir hanyut, dan jalur transportasi di kawasan itu terancam putus. (H15-15) |