logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 MURIA
Line

Harus Pulang Membawa Maklum

MASIH ingat Kaliyo (50), ayah dari 14 orang anak warga Kelurahan Parenggan, Kecamatan Pati? Jumat (2/2) lalu sekitar pukul 09.30, lelaki yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang kayu itu kedatangan tamu.

Tamu yang dimaksud, adalah petugas dari BKKBN Kabupaten Pati. Intinya, petugas bertanya masalah jumlah putra-putrinya yang cukup banyak itu disertai pengarahan, dan petunjuk tentang keluarga kecil bahagia.

Akan tetapi, bagi Kalio, hal itu tidak masuk dalam konsep pandangan hidupnya. Dengan jumlah anak yang cukup banyak, bagi dia dan istrinya, Dewi Sri, sudah merupakan penjabaran dari sebuah konsep hidup, tentang pengertian bahwa manusia harus tunduk dengan kodrat alam. Karena itu, menurutnya, tidak ada satu orang pun yang akan mampu melawan kodrat tersebut.

Bahkan, untuk menghadapi bakal kelahiran anaknya yang ke-15, dia juga sudah bersiap-siap. ''Kami harus bekerja keras lagi selama 20 tahun mendatang, sampai anak itu nanti benar-benar dewasa,'' ujarnya.

Bertambah

Terhadap kemungkinan istrinya akan hamil lagi, dia tidak menampik hal itu. Sebab, semua dikembalikan kepada alam yang sudah ada pengaturnya, sehingga sesuai sifat manusia, sudah punya satu, tetap saja ingin punya lebih dari itu.

Untuk mempertegas sikapnya di hadapan petugas, dia pun mengurai panjang lebar soal prinsip hidupnya. Meskipun jumlah anaknya cukup banyak, dia dan istrinya tidak pernah merepotkan orang lain. Jangankan meminta, mengutang saja harus dihindari. Apalagi kalau sampai utang tidak membayar, hal itu sama sekali tidak pernah dia lakukan.

Dicontohkan, sewaktu menghadapi kelahiran anaknya yang nomor 2, dia tak punya uang sepeser pun. Karena lahir perempuan, maka diberi nama Kanesti, kepanjangan dari Kali ngenes (susah) ati (hati). ''Menyikapi apa yang kami sampaikan, petugas itu akhirnya pulang dengan membawa maklum,'' kelakar Kalio. (Alman Eko Darmo-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA