logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 SEMARANG
Line

Warga Kesulitan Urus Surat Administrasi

UNGARAN - Warga Kelurahan Susukan merasa kesulitan mengurus surat-surat administrasi seperti KTP, kartu keluarga (KK), dan askeskin di Kantor Kecamatan Ungaran Timur. Belasan warga, baru-baru ini mendatangi kantor tersebut untuk meminta keterangan.

Karena kesulitan mengurus surat tersebut, ada yang diduga stres hingga bunuh diri. Warga itu bernama Kemad (65), yang ditemukan menggantung pada seutas tambang di Gedung bekas BLK, Rabu (24/1) malam. ''Pagi harinya Pak Kemad meminta cap RW. Dia mengeluhkan harus melengkapi surat nikah untuk membuat kartu Askeskin. Padahal, surat nikahnya hilang,'' kata Ketua RW 03 Susukan Maryono.

Kemad disarankan oleh sesepuh RW 03 untuk mengurus ke kantor polisi, namun tidak membawa hasil karena prosedurnya harus lewat pengadilan agama. ''Di pengadilan agama dia harus membayar Rp 200.000. Mungkin ini yang membuatnya stres.''

Sebagai ketua RW 03, Maryono juga dipersulit mengurus kartu keluarga. Ia harus bolak-balik lima kali ke kantor kecamatan. ''Seolah-olah saya tidak tahu persyaratan membuat kartu keluarga. Ini kan aneh. Padahal, saya juga harus melayani warga.''

Menurut dia, Kecamatan Ungaran Timur belum siap melayani warga. Pihaknya khawatir, Camat Ungaran Timur tidak mengetahui kondisi tersebut. Selain askeskin dan kartu keluarga, warga juga kesulitan membuat KTP.

Pelayanan Prima

Budi Santoso (18), mengaku kesulitan mengurus KTP. ''Kalau KTP dibutuhkan mendadak untuk syarat menjadi polisi atau tentara gagal, karena sulitnya prosedur pembuatan, bagaimana ini?''

Ia beberapa kali bolak-balik ke kantor kecamatan untuk melengkapi persyaratan. Seolah-olah surat pengantar dari RT RW tidak berlaku.

Subari (38), juga kesulitan mengurus KTP. ''Belum lama ini diumumkan pembuatan KTP gratis, tapi mendadak alat untuk pemotretan rusak,'' jelas dia.

Warga berharap staf kecamatan profesional.

Camat Ungaran Timur Supramono menjelaskan, tidak ada upaya mempersulit warga. ''Justru saya ingin pelayanan prima kepada warga. Saya akan mengecek ke kasi Kesos,'' jelasnya.

Syarat askeskin ada yang ke Dinas Kesehatan. Surat pengantar dari ketua RT RW tetap diperhatikan. ''Kami ditarget banyak membuat askeskin. Karena itu, akan kami upayakan sebaik mungkin.''

Di sisi lain, belum adanya jaringan telepon membuat staf kecamatan bolak-balik ke Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil. Jadi, tidak ada upaya mempersulit warga. Kalau sudah terpasang sambungan, Kantor Kependudukan segera mengirim nomor KTP dan KK baru. (H14-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA