logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 SEMARANG
Line

Pembangunan Pasar Bintoro Tetap di Lokasi Lama

DEMAK- Sejumlah pedagang eks Pasar Bintoro Demak berharap pembangunan kembali pasar tersebut pascaterbakar, tetap menempati lokasi lama.

Mereka keberatan usulan sejumlah anggota Komisi B DPRD untuk memindah lokasi ke tempat lain.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bintoro (P3B) Muntaqo mengatakan, semua pedagang tetap menginginkan lokasi semula.

Tempat itu dipandang strategis, karena berada di tengah kota.''Kami masih memegang komitmen bupati dan wakil bupati yang mengatakan Pasar Bintoro tetap untuk Pasar Bintoro,'' ujar Muntaqo.

Terkait usulan wakil rakyat agar pasar tersebut dipindah, ia menilai masih sebatas wacana. Pasalnya, tawaran pindah bukan solusi terbaik. Menurutnya, pasar tidak dapat dibangun di sembarang tempat. Pasar yang dibangun di lokasi kurang strategis, dipastikan akan mati dengan sendirinya. ''Contohnya sudah banyak, di Semarang maupun di Demak.''

Di lokasi lama yang luasnya sekitar 1,5 hektare, lanjut dia, sudah cukup untuk pasar tradisional. Mendasarkan informasi yang ia peroleh dari Wakil Bupati Drs H M Asyiq, desain dan konstruksi pasar akan meniru Pasar Kliwon Kudus, dengan dua lantai.

''Memang masih belum pasti, tetapi yang kami dengar seperti itu,'' katanya.

Para pedagang yang hingga kemarin masih berjualan dengan kios sementara di sepanjang Jalan Sultan Fatah, berharap kepemilikan kios baru nantinya tidak dipungut biaya. Mereka mengaku sudah kehilangan barang dagangan dalam jumlah banyak, sehingga tidak memiliki dana cukup selain untuk tetap bertahan sebagai pedagang.

Jaminan Asuransi

Sesuai data P3B, jumlah pedagang resmi 1.700 dengan jumlah kios 2.500. ''Kalau bisa bangunan yang baru ada jaminan asuransi,'' harap Muntaqo.

Sementara Wakil Bupati Drs H Muhammad Asyiq menegaskan, Pemkab belum pernah berpikir mencari lokasi lain selain di tempat lama. Sejak awal pemerintah hanya punya rencana membangun Pasar Bintoro di lokasi yang pernah terbakar.

Wakil Ketua Komisi C Maskuri mengatakan, pengajuan anggaran sebesar Rp 17,5 miliar suah dibahas legislatif. Semula usulan anggaran diajukan oleh Dinas Kimpraswil dan komisinya disarankan dipindah ke Kantor Pasar, sesuai dengan kompetensi kerjanya. (H1-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA