logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 SEMARANG
Line

Kandungan Kapur Air PDAM Dikeluhkan

GROBOGAN - Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Grobogan, meminta perusahaan itu mengurangi kandungan kadar kapur.

Kandungan kapur yang cukup tinggi bisa menjadi penyebab batu ginjal atau kencing batu.

Selama ini pelanggan tidak berani mengonsumsi, karena takut terkena kencing batu. Untuk kebutuhan makan dan minum, mereka terpaksa membeli air isi ulang. Sementara air PDAM hanya untuk mandi dan mencuci.

Suparyono (45), warga Jalan Trikora Kecamatan Purwodadi mengatakan, karena mengonsumsi air PDAM sekarang ini dia terkena kencing batu. Sudah beberapa kali dia masuk rumah sakit, untuk membersihkan batu di ginjalnya yang menghambat saluran kencing.

''Dokter menyarankan saya tidak mengonsumsi air PDAM, karena mengandung kapur. Batu di ginjal saya karena endapan kapur itu,'' kata dia, Minggu (4/2).

Berhubung air dari perusda itu satu-satunya sumber air yang dimiliki, Suparyono menyiasati dengan cara menyaring. Meski demikian, tetap saja dia terkena kencing batu.

Ny Wiwit, warga Perumahan RSS Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi, terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan makan dan minum. ''Saya menjaga keluarga supaya tidak terkena kencing batu,'' kata dia.

Ada Endapan

Setiap bulan dia menganggarkan Rp 60.000 untuk membeli air dalam galon. Jika dibiarkan semalam, maka keesokan harinya akan ada endapan kapur di air. Terkadang endapan itu tebal, kadang tipis, tergantung kondisi air.

Menanggapi masalah itu, Kepala Bappeda Kabupaten Grobogan Ir M Sumarsono MSi mengatakan, Pemkab tidak bisa melakukan upaya untuk mengurangi kadar kapur pada air PDAM.

''Sebab, kualitas kapur daerah Grobogan sangat tinggi. Tidak heran bila kasus penderita batu ginjal di sini cukup tinggi,'' kata dia.

Perusda itu, lanjut dia, juga tidak bisa menghilangkan kandungan kapur. Pemkab menyarankan kepada pelanggan untuk menyaring air. ''Sekarang ini yang bisa kami lakukan adalah penyediaan air baku. Warga yang terlayani baru 40%. Ke depan kami berencana membuat kolam retensi,'' katanya. (dky-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA