| Senin, 05 Februari 2007 | SEMARANG |
Warga Diminta Bersiap Diri Menghadapi BanjirSEMARANG- Pemkot meminta warga agar bersiap diri menghadapi banjir, termasuk membersihkan sampah di lingkungan masing-masing. Terkait dengan itu, masyarakat di Kecamatan Gajahmungkur dan Banyumanik, Minggu (4/2) kemarin mengadakan kerja bakti massal. Acara Resik-resik Kutha tingkat Kota Semarang, kemarin difokuskan di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur. Dalam kegiatan yang diprakarsai Suara Merdeka, New Exi Production, Djarum 76, dan Pemkot itu diikuti lebih dari 100 peserta. Usai apel yang dipimpin Sekda Kota Drs Soemarmo HS, peserta membersihkan saluran di tepi Jalan Sultan Agung. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu titik pantau penilaian dari Tim Bangun Praja. Peserta lain melakukan kerja bakti di Jalan Semeru. Anggota TNI, Polri, dan warga bahu membahu membersihkan rerumputan di tempat tersebut. Sampah yang dikumpulkan dimasukkan ke dalam kontainer untuk dibuang ke TPA Jatibarang. Warga juga bekerja bakti membersihkan alang-alang dan saluran di Jl Telaga Bodas. Usai bekerja bakti, mereka makan bersama dengan menu nasi gudangan yang sebelumnya disediakan ibu-ibu. Fogging Selain di Gajahmungkur, warga RT 4 dan RT 5 RW 2 Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, kemarin juga mengadakan kerja bakti massal dan fogging. Pagi itu ibu-ibu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), antara lain dengan membersihkan bak mandi di rumah masing-masing. Sedangkan para pemuda dan bapak-bapak membersihkan lahan kosong dan saluran. Usai kerja bakti, warga juga melakukan fogging secara swadaya. Lurah Sumurboto, Ali Akbar Masdiq SSos mengatakan, di RW tersebut sudah ada dua orang yang terjangkit demam berdarah. Sementara itu Soemarmo HS meminta warga Kota Semarang mempersiapkan diri menghadapi banjir. Banjir bisa disebabkan sumbatan sampah di saluran-saluran. Banjir juga disebabkan perubahan tata guna lahan di daerah hulu. Karena itu dia meminta agar warga yang tinggal di daerah atas menggalakkan reboisasi. ''Saya juga berharap Pemkab Semarang mau membantu, dengan cara mengendalikan perubahan tata guna lahan.'' Jika lahan-lahan hijau di Kabupaten Semarang banyak yang berubah, ancaman banjir di Kota Semarang akan makin besar. ''Jangan sampai Kota Semarang kebanjiran seperti DKI,'' ujarnya. (G6-18) |